Menu

21 Hari di Amerika Serikat, Mathur Husairi Kenalkan Karapan Sapi Madura

  Dibaca : 202 kali
21 Hari di Amerika Serikat, Mathur Husairi Kenalkan Karapan Sapi Madura
Mathur Husairi (paling kanan, baju putih) foto bersama dengan beberapa pejabat Amerika Serikat. Foto Mathur for Mata Madura
Link Banner

MataMaduraNews.com – MADURA – Aktifis Anti Korupsi asal Kabupaten Bangkalan, Mathur Husairi mendapat kesempatan untuk melakukan study banding ke negara Paman Sam, Amerika Serikat. Selama kurang lebih 21 hari, ia melakukan kunjungan ke berbagai negara bagian di a  merika serikat. Ia baru tiba kembali di Bangkalan, Senin (17/04/2017) malam.  Tujuannya, selain untuk mengikuti International Visitor Leadership Program (IVLP) juga untuk mempromosikan budaya dan wisata yang ada di Indoneisia, khususnya yang ada di Pulau Madura, seperti karapan sapi.

Baca Juga Plt Dinas Penanaman Modal dan PTSP Bangkalan Jadi Saksi OTT, Ini Hasil Pemeriksaannya

Saat bearangkat dari Bangkalan, ia memang sengaja membawa beberapa cindera mata khas Pulau Garam untuk dipromosikan  Amerika Serikat. Cindera mata yang di bawa olehnya seperti, odheng (ikat kepala khas Madura, red) dan pecut karapan sapi. “Saya bawa lima odheng dan lima pecut untuk dibagikan sebagai kenang-kenangan saat melakukan kunjungan,” ujarnya saat di temui MataMaduraNews.com di rumahnya, Selasa (18/04/2017).

Ternyata, usahanya membawa cindera mata khas Pulau Madura tidak sia-sia. Banyak orang yang menyukai ketika di ceritakan tentang fungsi dan kegunaan dari odheng dan pecut itu sendiri. Selanjutnya, saat di kasih tahu bahwa barang-barang itu ada kaitannya dengan karapan sapi . “Sebenarnya ada sebagian orang yang sudah tahu tentang karapan sapi namun hanya tahu kalau karapan sapi itu ada di Pulau Madura,” imbuhnya.

Baca Juga: Karapan Sapi Probolinggo Ditolak Ikuti Piala Presiden?

Foto bersama Mathur bersama pejabat-pejabat Amerika Serikat. Foto for Mata Madura

Foto bersama Mathur  bersama pejabat-pejabat Amerika Serikat.
Foto for Mata Madura

Odheng dan pecut yang dibawanya diberikan sebagai cindera mata saat melakukan kunjungan kepada pejabat-pejabat yang ada di Amerika Serikat. Rata-rata para pejabat tersebut menyukai motif warna warni dari pecut dan odheng itu sendiri, apalagi saat mengetahui bahwa barang-barang itu adalah bukan buatan dari mesin. “Ya macam-macam yang dikasih seperti Hakim Yudisial, pejabat Kantor Pelayanan Publik di sana, ada yang dari kejaksaan juga,” tuturnya.

Rata-rata pejabat-pejabat tersebut setelah diceritakan tentang karapan sapi Madura, memiliki keinginan untuk bisa melihat langsung karapan sapi Madura. Ia juga bercerita,event kerapana sapi terbesar di Madura adalah saat Piala Presiden. “Jadi, kita ceritakan bahwa karapan sapi itu dimulai dari babak penyisihan di kawedanan baru nanti diseleksi untuk per kabupaten,” katanya.

Baca Juga: Pecinta Karapan Sapi Mengeluh, Diharap Ada Aturan Baku

Tidak hanya karapan sapi yang di promosikannya, tapi juga wisata alam, seperti Gili Labak yang berada di Kabupaten Sumenep dan juga Batik Tanjung Bumi. “Jadi agar mereka tahu bahwa di Indonesia itu tidak hanya ada Bali, tapi juga banyak wisata lainnya yang juga bagus,” pungkasnya.

Reporter: Agus Mata Madura | Editor: Syahid

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
Link Banner
Link Banner Link Banner

Jejak Ulama

Kategori Pilihan

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional