Menu

Ahmad Noer Maulidi, Sukses di Usia Muda dengan Omzet Ratusan Juta

  Dibaca : 140 kali
Ahmad Noer Maulidi, Sukses di Usia Muda dengan Omzet Ratusan Juta
Ahmad Noer Maulidi, pengusaha muda sukses asal Pamekasan, Madura. (Foto for Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comPAMEKASAN-Gelar Pengusaha Muda kiranya cocok untuk disematkan pada Ahmad Noer Maulidi. Pasalnya, pemuda kelahiran 1994 asal Pamekasan, Madura tersebut sudah menikmati manisnya usaha di usia 20-an.

Tanpa perlu menunggu tua, Achmad Noer Maulidi terjun di dunia bisnis dengan omzet ratusan juta perbulan. Andi-sapaan akrabnya, mengubah pandangan umum bahwa pengusaha baru bisa menikmati kesuksesannya ketika menjelang usia senja. Bahkan di umur 24 tahun saat ini, Andi sudah punya penghasilan puluhan hingga ratusan juta perbulan.

Jauh dari kata mudah, Andi berjuang habis-habisan demi mewujudkan mimpinya menjadi seorang pengusaha. Uniknya dari omzet yang fantastis tersebut, Andi memulai usahanya terhitung dari pertengahan tahun 2018.

Diwisuda tahun 2017 lalu di Kampus IAIN Madura, Andi mulai berkarier di Bank Muamalat. Namun karena jenuh dengan posisi pegawai, ia memutar otak untuk menjadi pengusaha muda.

Dengan begitu, pemuda beralamat di Jl. Veteran, Kelurahan Barurambat Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan tersebut justru mengajarkan pada para pemuda-pemudi untuk jangan berhenti melangkah. Semakin cepat melangkah, kata dia, semakin cepat pula kita sampai ke tujuan.

Bisnis yang dijalani Andi usai berhenti sebagai pegawai bank, bervariasi. Di bidang kuliner ada Ayam Geprek, Mie Endeuss, Bakso, Nasi Goreng, dan Mie Ayam. Adapun omzet dari warung kuliner tersebut mencapai belasan juta perbulan.

Yang mencengangkan, Andi dengan keberaniannya mengambil bisnis tambang batu gunung dengan omzet perbulan mencapai ratusan juta rupiah.

BITQUEEN STREET FOOD, salah satu usaha Ahmad Noer Maulidi di Jl. Dirgahayu, Kebunan, Bugih, Pamekasan

BITQUEEN STREET FOOD, salah satu usaha Ahmad Noer Maulidi di Jl. Dirgahayu, Kebunan, Bugih, Pamekasan. (Foto Kirom/Mata Madura)

Tidak hanya itu, alumni IAIN Madura yang pernah aktif di KSEI JEBIS IAIN Madura saat menjadi mahasiswa juga punya ternak sapi dengan omzet jutaan perbulan. Adapun untuk bisnis garam, ia tidak bisa menyebutkan angka karena kondisi lapangan dan harga yang tidak tentu.

“Kalau omzet dari warung bisa mencapai Rp 11 juta perbulan. Untuk batu gunung kalau sekali bego dalam 100 jam berarti omzetnya sampai sekitar Rp 120 juta, dan untuk ternak sapi dalam satu bulan biasanya keuntungannya satu sampai dua juta. Tapi kalau untuk garam sendiri sesuai dengan kondisi lapangan,” ungkap pemuda berkacamata itu, Selasa (05/03/2019).

Sementara saat ditanya motivasi bisnisnya, ternyata sangat sederhana. Tidak lain yaitu niat yang kuat. Karena tanpa niat yang jelas, kata Andi, kita akan sulit melangkah.

”Pertama, melakukan sesuatu itu haruslah dengan niat yang jelas. Niatkan dengan kuat jika ingin berbisnis, biar jelas juga hasilnya. Masalah modal itu nomor terakhir setelah bertakwa pada Allah dengan meluruskan niat dan memperbanyak hubungan dengan masyarakat (relasi). Baru kemudian kita eksekusi kita mau bisnis apa dengan modal yang ada,” pesan Andi saat ditemui Mata Madura di salah satu usahanya di Jl. Dirgahayu, Kebunan, Bugih, Pamekasan.

Kirom, Mata Madura

Link Banner
Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
Link Banner
Link Banner

Jejak Ulama

Kategori Pilihan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional