Antara Gus Dur dan KH Hammad al-Karawi (4-Habis)

Oleh: Moh. Rais Yusuf*

Gus dur-KH HammadKuda Putih Membantu Pagar KH Muhammad

Pekerjaan mengikat pagar belum rampung ternyata kawat sudah habis. Ketika KH Muhammad  akan menyuruh santri untuk membeli kawat ke “ Seninan“   (istilah–sebutan pasar Ganding), secara tiba–tiba Salim si Kuda Putih, milik KH Hammad, muncul dan menghadap KH Muhammad, membawa gulungan kawat dengan cara menggigitnya. Ketika gulungan kawat itu dengan tanpa ragu diambil oleh KH Muhammad untuk dijadikan pengikat pagar, maka si Kuda Putih itu berlalu kembali ke kandangnya.eanehan ketiga, pada suatu saat KH Muhammad, kakak kandung  KH Hammad, memperbaiki pagar yang terbuat dari pepohonan (pohon kembang) di sekitar kediaman, bersama beberapa santri dengan cara mengikat memakai kawat.

Cerita kejadian ini sempat dimuat dan dipublikasikan dalam majalah Liberty, namun KH Hammad mengklarifikasi sebagian isi cerita.

Dalam tulisan yang dimuat dalam majalah Liberty disebutkan, bahwa, setelah pekerjaan mengikat pagar selesai, KH Muhammad menulis surat kepada KH Hammad yang dititipkan melalui Kuda Putih itu yang membawanya dengan cara digigit. Hal ini diklarifikasi oleh KH Hammad bahwa yang benar surat itu dibawa oleh santri KH Muhammad. Surat itu berbunyi : “Hammad, kudamu aneh jangan dijual “. Dari cerita sekitar 20 tahun yang lalu ini, muncul istilah di kalangan santri dan masyarakat “Kuda Putih milik KH Hammad membantu KH Muhammad memperbaiki pagar KH Muhammad “.

Bulu, Air Liur dan Kotoran Kuda Putih sebagai Obat berbagai Penyakit

Selain dua Kuda Putih yang diberi nama Salam dan Salim, KH Hammad juga memiliki beberapa ekor kuda lain yang karena sekedar perantara dari Bulu, Air Liur bahkan Kotoran Kuda milik KH Hammad, Allah berkehendak menyembuhkan berbagai penyakit, khususnya penyakit yang tidak bisa disembuhkan secara medis.

Sangat panjang untuk diceritakan oleh penulis (mohon maaf ) bagaimana awal cerita bulu, air liur dan kotoran kuda itu, sekali lagi dan sekali lagi sekedar perantara Allah Swt berkehendak menyembuhkan berbagai penyakit. Subhanallah wa bi Hamd.

Dalam tulisan ini, penulis hanya akan menyajikan pengalaman dan cara mengkonsumsi bagian dari Kuda Putih sebagai ikhtiar dalam pengobatan sebagai “ perantara “ dengan kehendak Allah menyembuhkan beberapa penyakit.

Pertama. Sejak hari pertama lahir sampai berumur 2 minggu, putri kedua penulis sangat rewel, katakan sepanjang hari dan malam menangis, hingga biji mata dan air matanya memerah. Orang bilang “saben tangis atau bejeng “.

Karena masih “ orok “ – bayi, maka yang bisa dilakukan hanya pengobatan alternatife non medis dengan berbagai cara oleh beberapa dukun ( orang pintar ), namun belum bisa sembuh.

Ikhtiar selanjutnya, penulis memberinya air liur dari salah seekor Kuda milik KH Hammad yang dipelihara Sadili di Desa Campaka, Kecamatan Rubaru dengan cara memcampurinya ke dalam susu.

Alhamdulillah dengan perantara itu, Allah berkehendak menyembuhkan penyakit “saben tangis atau bejeng “  dari putri penulis.

Kedua.  Suatu waktu penulis kedatangan seorang sahabat yang meminta bantuan penulis untuk mengantar mencarikan pengobatan alternatife. Pengobatan dimaksud untuk salah seorang tetangganya yang menderita penyakit aneh selama berbulan–bulan.

Penyakit aneh ( yang istilah orang kena “angin atau sihir “ ) yang diderita oleh tetangga dari sahabat penulis, yaitu berupa suatu penyakit yang mengakibatkan si sakit hanya bisa berbaring lemas dan batuk berkepanjangan tanpa ada selera makan.

Anehnya, akibat dari penyakit itu si sakit bilamana batuk dan meludahkannya yang keluar dari mulut si penderita berupa ludah yang bercampur pasir. Bahkan ketika si penderita buang hajat yang hanya bisa dilakukan di tempat ia berbaring, ternyata yang keluar berupa kotoran bercampur pasir pula. Astaghfirullah wa Naudzubillah.

Karena yang penulis tahu hanyalah kepada KH Hammad yang sering menjadi jujukan meminta saran dan solusi, maka nyabislah – bersillaturrahim penulis kepada KH Hammad.

Setelah panjang lebar, penulis menjelaskan maksud dan tujuan, KH Hammad berkenan memberi do’a (bacaan ) dan kotoran Kuda Putih agar bisa dimakan oleh si sakit.

Menjadi perantara saja dari apa yang berikan oleh KH Hammad, alhamdulillah Allah menyebuhkan penyakit itu. Si sakit menjadi sembuh, sehat wal afiat seperti sedia kala tanpa merasakan apa-apa, walau tiga bulan kemudian orang itu meninggal dunia. Innalillahi wa inna Ilaihi rojiun.

Sebatas yang penulis dengar dari berbagai sumber yang patut dipercaya, pernah ada tamu berasal dari Jawa Barat yang datang nyabis kepada KH Hammad karena salah seorang putri gadisnya kena penyakit aneh bila berbicara suara yang keluar hanya auk – auk seperti Anjing.

Dengan perantara makan kotoran Kuda Putih, Allah berkehendak menyebuhkan penyakitnya sehingga putri gadis tamu itu bisa berbicara lagi seperti sediakala selayaknya manusia.

Setelah putri gadisnya sembuh tamu itu datang nyabis kembali kepada KH Hammad menyampaikan terima kasih dan  sekaligus menawarkan barangkali KH Hammad bersedia menukar Kuda Putihnya dengan mobil yang dibawanya atau jika bersedia dijual Kuda Putih itu KH Hammad minta harga berapa? Tetapi KH Hammad menolak kedua tawaran tamu itu.

Sebenarnya masih banyak cerita – cerita dari sumber yang patut dipercaya tentang fadhilah Kuda Putih milik KH Hammad, namun karena keterbatasan – keterbatas penulis tidak bisa menuangkan dalam tulisan ini.

 

Cara Mengkonsumsi bagian dari Kuda Putih sebagai Ikhtiar dalam Pengobatan

Dalam ikhtiar pengobatan alternatife melalui bagian Kuda Putih milik  KH Hammad baik melalui Air Liur, Bulu atau Kotorannya, dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Jika yang menjadi sarana pengobatan berupa Air Liur Kuda, maka cara mengambilnya dengan mengoleskan kapas ke bagian mulut kuda serta cara mengkonsumsinya langsung dicampur minuman;
  2. Jika yang menjadi sarana pengobatan atau tujuan lain berupa Bulu Kuda, maka cara memperolehnya yaitu dengan mengambil bulu–bulu Kuda yang lepas dan melekat pada kayu penyekat kandang ketika Kuda menggesek– esekkan badannya;
  3. Sedang yang terakhir, jika yang menjadi sarana pengobatan berupa Kotoran Kuda yang sifatnya najis dan haram dimakan, maka cara mengkonsumsinya kotoran itu terlebih dahulu di sangra sampai menjadi abu, untuk mengubah sifatnya menjadi suci dan halal dikonsumsi.

Catatan Penting :

-Pada awalnya yang menjadi perhatian dan kekhawatiran KH Hammad dalam pengobatan alternatife munculnya fitnah bahwa KH Hammad mengajari orang berbuat syirik;

-KH Hammad yakin bahwa apapun yang ada di dunia untuk kemaslahatan manusia, sehingga apapun bisa menjadi perantara bila Allah berkehendak.

Wallahu a’lam bis showab, kurang lebihnya mohon maaf dan terima kasih.

Catatan Tambahan :

-Sembah sungkem buat keempat orang tua, guru dan dosen (tanpa ada kata mantan);

  • Salam sayang buat istriku Dewi Handayani  dan anak-anakku : Faizin Novalina Ekwin (Nova), Malika Ilmi Ekwin (Icha), Nafis Nabila Ekwin (Nafis), Moh. Fairus Azmi Abdillah Ekwin (Afai) dan Jilan Ummi Afifah Ekwin (Jilan).

habis

*Moh. Rais Yusuf adalah PNS dan Ketua Ranting NU Aenganyar Giligenting

 

 

Tinggalkan Balasan