Bambang Iriyanto Ngerti Keinginan Bupati Busyro

Mimpi meraih Adipura Kencana yang diucapkan Bupati KH A. Busyro Karim direspon Kepala DPRKP dan Cipta Karya, Bambang Iriyanto. Apa planning-nya?

 

Kepala DPRKP dan Cipta Karya Sumenep, Drs. Bambang Iriyanto, M.Si. (Foto FB Bams Yant)
Kepala DPRKP dan Cipta Karya Sumenep, Drs. Bambang Iriyanto, M.Si.
(Foto FB Bams Yant)

MataMaduraNews.comSUMENEP – Sembilan kali Kabupaten Sumenep menerima penghargaan Adipura, tentu saja anugerah tersebut seakan biasa jika tidak meraih penghargaan yang lebih tinggi lagi. Tetapi rupanya, Bupati Sumenep KH A. Busyro Karim tak henti bermimpi. Tahun depan, orang nomor satu di Sumenep itu optimis meraih Adipura Kencana sebagai anugerah.

Tahu jika Bupati Busyro Karim berharap Sumenep raih Adipura Kencana, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan Cipta Karya) Bambang Iriyanto, tak tinggal diam saja. Ia mengaku akan mencoba menerjemahkan apa yang menjadi keinginan Bupati, dengan memaksimalkan upaya Sumenep sebagai kota hijau nan bersih.

Hanya saja, komitmen dan upaya yang dilakukan untuk menyukseskan keinginan Bupati Busyro meraih Adipura Kencana juga bergantung kepada dinas terkait. Sebab selain dinas yang dinakhodainya, Bambang Iriyanto menyebut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang ikut bertanggung jawab pula.

Bambang, panggilan akrab kepala DPRKP dan Cipta Karya itu, menyebutkan salah satu syarat untuk meraih Adipura Kencana adalah adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang luasnya 20 persen dari luas wilayah. Selain itu, corak bangunan yang mampu mempertahankan kearifan lokal juga merupakan salah satu syaratnya.

”Di beberapa desa sudah ada yang sudah dibangun RTH, seperti di Desa Pandian dan di wilayah Satelit sebanyak dua lokasi. Termasuk juga nantinya pembangunan RTH di eks Taman Jajanan Madura (Tajamara) yang sekaligus sebagai penataan kota dari program Bangun Desa Menata Kota,” ucap kepala dinas yang memiliki hobi fotografi itu, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 09 Agustus lalu.

Tidak hanya itu, Bambang sejauh ini sudah mengajak desa dan kelurahan untuk menumbuhkan RTH. Gerakan tersebut, kata dia, sudah dimulai sejak 2015 lalu dengan cara mengajak seluruh kader-kader lingkungan yang ada. Semua itu, tak lain dilakulkan guna mewujudkan kelestarian kota. Sebuah gerakan yang juga disertai tim khusus bertugas menyosialisasikan arti penting menjaga kelestarian lingkungan.

BERSAMA PAHLAWAN KEBERISHAN: Bupati Sumenep, KH A. Busyro Karim (tengah) didampingi Kepala DPRKP dan Cipta Karya, Bambang Iriyanto (kanan) dan Plt Sekda, R. Idris (kiri) foto bersama para petugas Satgas Pamatusan DPRKP dan Cipta Karya Sumenep. (Foto Rusydiyono, Mata Madura)
BERSAMA PAHLAWAN KEBERISHAN: Bupati Sumenep, KH A. Busyro Karim (tengah) didampingi Kepala DPRKP dan Cipta Karya, Bambang Iriyanto (kanan) dan Plt Sekda, R. Idris (kiri) foto bersama para petugas Satgas Pamatusan DPRKP dan Cipta Karya Sumenep.
(Foto Rusydiyono, Mata Madura)

Bahkan, tambah Bambang, bagi desa dan kelurahan yang kader lingkungannya aktif, diberi stimulan. Hal itu dimaksudkan supaya dari masing-masing kader memiliki semangat mewujudkan kota hijau.

Selain upaya tersebut, dengan Satgas Pematusannya, DPRKP dan Cipta Karya bergerak membersihkan sejumlah drainase sepanjang kota. Satgas yang dirintis tahun 2015 secara rutin aktif membersihkan drainase yang tersumbat. Sehingga, masyarakat senang dan merasa terbantu atas diterjunkannya tim tersebut.

”Jumlah pasukan merah (sebutan bagi Satgas Pematusan, red) beranggotakan sebanyak 25 orang dan wilayah kerjanya dibagi menjadi dua kelompok,” terangnya.

Ditanya strategi dan tips supaya pasukan merahnya terus aktif, Bambang mengaku tak muluk-muluk. Selain membagi jadwal tugas yang tidak memberatkan, komunikasi intens terus dilakukan dengan pahlawan kebersihan. ”Yang jelas, kita selalu komunikasi dengan mereka,” katanya.

| rusydiyono/rafiqi

Tinggalkan Balasan