Bupati Busyro Minta Dinas Perikanan Lebih Proaktif

MataMaduraNews.comSUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep akan terus melakukan dorongan dan terobosan untuk meningkatkan konsumsi makan ikan. Tentunya, hal itu dimulai dari penguatan kelembagaan organisasi yang bergerak dalam memasyarakatkan ikan di kabupaten paling timur di nusa garam ini.

Bupati Busyro Karim didampingi Kadis Perikanan Arief Rusdi menyerahkan bantuan kepada seorang nelayan. (Foto/Rusydiyono, Mata Madura)
Bupati Busyro Karim didampingi Kadis Perikanan Arief Rusdi menyerahkan bantuan kepada seorang nelayan. (Foto/Rusydiyono, Mata Madura)

Sebagaimana disebutkan oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Arief Rusdi, lembaga yang bertanggung jawab memasyarakatkan ikan sehingga pola konsumsi masyarakat terhadap ikan meningkat terdiri dari beberapa unsur. Di antaranya, Pemerintah setempat, PKK, dan Asosiasi Perikanan, juga Forikan (Forum Memasyaratkan Ikan).

Melalui Gebyar Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), penguatan organisasi itu nantinya mampu mendorong dan mendukung langkah-langkah sosialisasi serta bisa bersinergi. Karena sasaran dari Gemarikan itu tidak lain masyarakat yang membutuhkan komitmen.

“Tujuan dari Gemarikan ini, selain untuk meningkatkan konsumsi ikan, juga dalam rangka menaikkan nilai ekonomis produksi ikan, serta mendukung cita-cita tercapainya ketahanan pangan,” jelas mantan Kadis Peternakan, Selasa (29/08), di Gedung Islamic Centre Bindara Saod Batuan.

Bersamaan dengan itu, Bupati Sumenep, K H A Busyro Karim, menyebutkan salah satu potensi Sumenep ada pada kekayaan bahari. Hal itu bisa dibuktikan dengan jumlah pulau yang mencapai angka 126. Dari 27 Kecamatan yang ada, 9 Kecamatan, termasuk kategori kecamatan kepulauan, memiliki 170 desa pesisir dengan luas perairan 50 ribu kilometer persegi, serta panjang garis pantai mencapai 577 kilometer.

Bahkan sempat disebutkan juga, bahwa produksi ikan laut tahun mencapai 460.809 ton dengan nilai produksi mencapai Rp 460 miliar. Kemudian ditambah dengan produksi ikan payau yang mencapai 1.131 ton dengan kemampuan produksi mencapai Rp 45 miliar. Jika melihat jumlah areal dan jumlah hasil produksi tersebut, semestinya menjadi peluang untuk membuka sejumlah usaha yang di bidang produksi olahan ikan.

“Produksi industri olahan ikan masih rendah, yakni hanya mencapai 18.927 ton. Dengan total nilai produksi mencapai Rp 94 miliar. Padahal, jika dikelola dengan baik, produksi dan nilainya lebih besar dari itu,” sebut mantan Ketua DPRD ini.

Sebab itu, Bupati Busyro berharap Dinas Perikanan terus meningkatkan sosialisasi dan upaya-upaya yang mengarah kepada berkembangnya nilai produksi olahan ikan.

Rusydiyono, Mata Madura

Tinggalkan Balasan