Menu

Bupati Ingin Jamasan dan Kirab Pusaka Dongkrak Wisata dan Perekonomian Sumenep

  Dibaca : 79 kali
Bupati Ingin Jamasan dan Kirab Pusaka Dongkrak Wisata dan Perekonomian Sumenep
Bupati Busyro saat menerima Pusaka Keraton yang diserahkan Dewan Empu Desa Aeng Tong-Tong, Kecamatan Saronggi, Sumenep. (Foto Rusydiyono/Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-Usai Ritual Penjamasan yang dilakukan di Desa Aeng Tong-Tong, Pusaka Keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur dikembalikan ke Keraton hari ini, Senin (17/09/2018). Acara tersebut menjadi event yang menyedot perhatian wisatawan yang diharapkan Pemerintah Daerah dapat mendongkrak sisi wisata dan ekonomi.

Sebelumnya, pada Minggu (16/09) penjamasan pusaka keraton itu telah dilaksanakan di Desa Aeng Tong-Tong Kecamatan Saronggi. Kemudian hari ini, Senin (17/09) Kirab Pusaka dilakukan oleh para empu dan masyarakat Desa Aeng Tong-Tong untuk mengembalikan pusaka yang telah dijamas ke Keraton Sumenep dan menyerahkan hasil bumi.

Pantauan matamaduranews.com, penyerahan Pusaka Keraton Sumenep dilakukan oleh Dewan Empu Desa Aeng Tong-Tong kepada Bupati KH. A. Busyro Karim didampingi oleh Wabup Achmad Fauzi.

“Jamasan dan kirab pusaka ini sejatinya untuk mengangkat kembali warisan leluhur dalam rangka menunjang program Tahun Kunjungan Wisata Sumenep. Saya berharap di tahun mendatang, jamasan seperti ini diperkenalkan secara langsung kepada wisatawan,” kata Bupati di Pendopo Agung Keraton Sumenep.

Adanya program Tahun Kunjungan Wisata atau Visit Sumenep 2018, diharapkan Bupati Busyro dapat bermanfaat kepada pengrajin keris untuk meningkatkan kesejahteraannya. Hal itu sebagaimana terjadi pada zaman kerajaan dahulu di mana keris dapat menjadi ladang kemakmuran bagi masyarakat.

“Saat ini banyak wisatawan, baik Nusantara maupun mancanegara yang datang ke Sumenep mengunjungi sentra keris. Tentu saja kedatangan mereka mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Pemaparan orang nomor satu di Sumenep itu bukan tanpa dasar. Sebab saat ini, keris hasil perajin (empu) Sumenep telah menembus pasar internasional untuk aksesoris, cenderamata dan lainnya.

“Kabupaten Sumenep menjadi perajin keris terbanyak di dunia yang mencapai 640 orang. Pengakuan dunia internasional (UNESCO, red) ini jangan hanya sebatas pengakuan semata, namun harus bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati.

Sebagai salah satu event Visit Sumenep 2018 dan rangkai Penjamasan Pusaka,  Kirab pengembalian Pusaka Keraton Sumenep disaksikan banyak wisatawan. Teristimewa, 100 orang wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kabupaten Sumenep menyaksikan langsung salah satu tradisi warisan leluhur tersebut.

“Setelah dua tahun berjalan (Penjamasan dan Kirab Pusaka), saya ingin kegiatan ini berlanjut ke tahun selanjutnya,” harap Bupati, usai menerima pusaka.

Rafiqi, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
Link Banner
Link Banner
Link Banner Link Banner

Kategori Pilihan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional