Camat Darussalam Berharap Warga Perantau di Raas Berkurang

BUTUH PERHATIAN: Camat Raas, Darussalam menyampaikan keluh kesah kepada Bupati Busyro saat Safari Kepulauan Oktober lalu. (Foto Rusydiyono, Mata Madura)
BUTUH PERHATIAN: Camat Raas, Darussalam menyampaikan keluh kesah kepada Bupati Busyro saat Safari Kepulauan Oktober lalu. (Foto Rusydiyono, Mata Madura)

MataMaduraNews.comSUMENEP – Warga Pulau/Kecamatan Raas kini berjumlah 12.000. Akan tetapi, berdasarkan pernyataan Camat Raas Darussalam dari sekian ribu warga di sana lebih banyak merantau ke Pulau Bali, Jakarta, dan Malaysia.

Padahal, menurut Darus-panggilan akrab mantan Sekcam Dungkek itu, di Raas ada banyak potensi yang jika dikelola secara maksimal akan bernilai ekonomi tinggi. Di antara potensi yang selain ikan misalnya, adalah rumput laut. Hanya saja persoalan yang ada hingga kini sebagaimana keluh kesah Darus kepada Bupati Busyro Karim saat Safari Kepulauan, semua potensi itu tidak terkover dengan baik karena listrik. Sehingga, pihaknya mengaku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah warga supaya tidak merantau dan mengolah tanah sendiri.

”Sebanyak 12.000 warga Raas ini berada di luar kota di berbagai kota di Indonesia, utamanya di Pulau Bali. Itu dikarenakan mereka tidak bisa berbuat apa-apa di sini, disebabkan ketersediaan listrik (tak terpenuhi),” terangnya, awal Oktober lalu.

Melihat problem itu, Darus berharap ke depan Kecamatan Raas tidak hanya maju dari sisi infrastruktur. Melainkan, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga mengalami perubahan yang bagus. Sehingga, mau mengelola dan memaksimalkan potensi di daerahnya sendiri tanpa harus merantau ke luar daerah.

”Tentunya ini butuh dukungan dari Bapak Bupati Kiai Busyro,” katanya penuh harap.

| rusydiyono/*

Tinggalkan Balasan