Cuaca Membaik, Harga Tembakau Montorna Sumenep Mulai Tembus Rp 50-55 Perkilo

CUKUP MAHAL: Tembakau di Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep mulai dipanen bulan ini. Harganya tembus Rp 50-55 ribu/kilo. (Foto Mizan for Mata Madura)
CUKUP MAHAL: Tembakau di Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep mulai dipanen bulan ini. Harganya tembus Rp 50-55 ribu/kilo.
(Foto Mizan for Mata Madura)

MataMaduraNews.com SUMENEP – Harga tembakau Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Madura, Jawa Timur kini tembus di angka Rp 50-55 ribu perkilo. Menurut sejumlah petani setempat, harga itu dicapai berkat cuaca yang sudah membaik akhir-akhir ini.

Sebagaimana diketahui, dari tahun ke tahun sebelumnya cuaca amat tidak bersahabat saat musim tanam maupun panen tembakau tiba. Setidaknya, hal itu berlangsung dari dua tahun sejak 2015 sampai 2016.

Tahun lalu misalnya, panen tembakau bertepatan dengan bulan Juli saat hujan turun tak menentu. Berbeda dengan tahun ini, cuaca sudah berubah saat musim panen tiba, sehingga petani tembakau bergembira.

“Iya, 2 tahun selalu gagal, karena hujan tetap tak berhenti sampai tembakau panen. Alhamdulillah, tahun ini menjadi keberuntungan. Semua petani sangat banyak menanam tembakau,” ujar Khalik, salah satu petani tembakau di Desa Montorna, Ahad (12/08/2017).

Selama musim tembakau gagal, kata Khalik, sudah banyak lahan dibiarkan, bahkan tidak ditanami apapun. Akibatnya, kualitas tembakau tidak terlalu bagus dan beratnya pun berkurang.

“Imbasnya pada perekonomian masyarakat Montorna. Harus merantau ke luar kota,” tutur Khalik, prihatin pada kondisi dua tahun terakhir.

Tak pelak, cuaca yang baik di musim panen ini, otomatis membawa keberuntungan seperti diungkapkan Khalik. Terbukti, Irsyad, petani tembakau lainnya, mengatakan harga tembakau mengalami kenaikan signifikan dari tahun sebelumnya.

“Tembakau punya saya dulu cuma di hargai 25-30 rupiah perkilo. Tapi sekarang kalau harga segitu gak dikasi, karena saya dengar dari pedagang lokal harga tembakau di gudang berkisar 50 lebih,” ungkap Irsyad, ketika di temui MataMaduraNews.com di lahan tembakau miliknya.

Harga yang berkisar Rp 50-55 ribu itu, kata Irsyad, sangat wajar. Sebab, berat tembakau perseribunya kini mencapai 2 ton. Meski Khalik menyebut kualitas tembakau Montorna belum sebagus di masa keemasannya, cuaca yang stabil sudah membuat daun dan berat bagus, sehingga harga cukup mahal.

“Saya berharap tidak ada hujan sampai akhir bulan Septembar. Hujan satu kali saja akan mengubah kualitas dan harga,” tambahnya.

Reporter: Mizan | Editor: Rafiqi, Mata Madura

Tinggalkan Balasan