Menu

Demi Lestarikan Warisan Leluhur, Bupati Busyro Minta Hal Ini di Jamasan Keris Desa Aeng Tong-Tong

  Dibaca : 110 kali
Demi Lestarikan Warisan Leluhur, Bupati Busyro Minta Hal Ini di Jamasan Keris Desa Aeng Tong-Tong
LESTARIKAN TRADISI: Ritual Penjamasan Pusaka Leluhur dan Pusaka Keraton Sumenep di Desa Aeng Tong-Tong, Kecamatan SaronggI. (Foto Rusydiyono/Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-Ritual Penjamasan Pusaka Leluhur dan Pusaka Keraton Sumenep yang digelar warga Desa Aeng Tong-Tong, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Madura, Jawa Tmur, disambut baik Bupati KH A. Busyro Karim.

Kegiatan pembersihan pusaka event Visit Sumenep 2018 itu disebut orang nomor satu di Sumenep tersebut sebagai angin segar bagi pelestarian tradisi pembuatan keris dan kejayaannya di Desa Aeng Tong-Tong.

“Apalagi Kabupaten Sumenep sebagai daerah yang memiliki pengrajin atau empu keris terbanyak di dunia mencapai 640 orang yang tersebar di Kecamatan Saronggi, Lenteng dan Kecamatan Bluto,” ucap Bupati Busyro pada Haul Akbar dan Penjamasan Pusaka di Desa Aeng Tong-Tong, Minggu (16/09/2018).

Pelaksanaan penjamasan pusaka di desa tersebut dilakukan selama 2 hari dmulai hari ini, Minggu (16/09) hingga selesai. Kemudian dilanjutkan pada hari Senin (17/09) dengan kirab pengembalian pusaka yang telah dijamas ke Keraton Sumenep serta penyerahan hasil bumi Desa Aeng Tong-Tong ke pemimpin Kabupaten Sumenep.

Di tengah acara, Bupati Busyro menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah berkomitmen terhadap pelestarian keris. Yang demikian dibuktikan dengan UNESCO telah menetapkan Kabupaten Sumenep sebagai Kota Keris pada tahun 2014 lalu.

“Bahkan, kami juga menetapkan Desa Aeng Tong-Tong sebagai Desa Keris pada bulan Maret lalu, untuk menunjukkan bahwa desa setempat memiliki keistimewaan tiada duanya di Sumenep yang perlu tetap terjaga eksistensinya,” tegas suami Nurfitriana itu.

Bupati Busyro karim di tengah Ritual Penjamasan Pusaka Leluhur dan Pusaka Keraton Sumenep di Desa Aeng Tong-Tong, Kecamatan Saronggi. (Foto Rusydiyono/Mata Madura)

Untuk menyempurnakan ritual, setelah penjamasan di Dusun Duko dilakukan kirab pusaka yang dilepas oleh Bupati Busyro dengan prosesi Upacara Adat Topak Lobar. Kirab dimulai dari Asta Buju’ Agung menuju Buju’ Duwa’ di Dusun Entena, yang disebut warga setempat sebagai makam pembabat Desa Aeng Tong-Tong.

Saat upacara yang juga dihadiri Wabup Achmad Fauzi, Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma, dan Sekjen FSKN Bunda Yani itu, Bupati Busyro mengajak semua elemen masyarakat untuk tetap menjaga warisan keris. Ia juga menegaskan bahwa merupakan kewajiban bersama untuk mewariskan keahlian membuat keris kepada generasi muda.

“Saya meminta pengrajin dan sesepuh pelaku keris Desa Aeng Tong-Tong tidak bosan-bosan mengajari anak-anak muda di Desanya membuat keris, guna melestarikan tradisi leluhur kepada generasi muda sebagai penerus,” ucap Bupati.

Permintaan dan harapan mantan Ketua DPRD Sumenep itu bukan tanpa alasan. Sebab tantangan pengrajin keris di Sumenep adalah regenerasi pengrajin dalam rangka mempertahankan produksi keris.

“Maka dari itu, regenerasi jangan sampai putus sampai di sini. Namun harus terus berlanjut di masa mendatang,” tegasnya.

Rafiqi, Mata Madura

Link Banner
Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
Link Banner
Link Banner

Jejak Ulama

Kategori Pilihan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional