Menu

Dibawah Ancaman Pidana, Warga Tetap Semangat Merawat Asta Sunan Blingi

  Dibaca : 437 kali
Dibawah Ancaman Pidana, Warga Tetap Semangat Merawat Asta Sunan Blingi
Foto Bersama: Forpimka, Tokoh Masyarakat dan Pengurus Yayasan Sunan Wirokromo Blingi berpose bersama usai pengukuhan pengurus yayasan. (Foto/Hambali Rasidi, Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.com-SUMENEP-Sejumlah warga Desa Gendang Timur, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi punya parhatian lain tentang sosok waliyullah. Bagi mereka, keberadaan jejeknya perlu perhatian lebih. Termasuk keberadaan Asta Sunan Wirokromo Blingi-Sapudi.

Salah satu bentuk perhatian mereka adalah semangat tiada henti membangun fasilitas Asta Sunan Wirokromo, Blingi Sapudi walau dibawah ancaman pidana.

Dari sumber matamaduranews.com, menyebut reaksi sebagian warga untuk membangun fasilitas Asta Sunan Wirokromo Blingi itu, berawal dari bentuk keprihatinan warga. Mereka menilai, berbagai fasilitas, seperti tempat wudhu‘. Peziarah kesulitan ambil wudhu’ karena tak terawat. Ditambah akses jalan peziarah menuju Asta Sunan Wirokromo tersengat panas sinar matahari. Akibatnya, bila siang hari, peziarah berjalan tanpa alas kaki seperti cacing kepanasan

Berawal dari itu, warga Desa Gendang Timur secara sukarela menghimpun uang hasil peziarah yang ada di kotak samping Asta Sunan Wirokromo Blingi untuk dibelikan berbagai bahan bangunan.

“Alhamdulillah, uang peziarah yang ditaruh di kotak samping Sunan Blingi sudah terwujud. Sampean bisa lihat bangunan joglo menuju Asta Sunan,” terang H Marjidin, saat ditanya sumber dana pembangunan fasilitas Asta Sunan Wirokromo Blingi.

H Marjidin salah satu warga yang aktif mengambil uang hasil peziarah di kotak samping sunan. Setiap 2-3 hari, gembok kotak itu dibuka. Lalu, uang diambil. Dicatat secara transparan perolehan uang di hari itu. Setiap peziarah bisa melihat catatan keuangan secara rinci di papan berukuran besar yang berdiri tegak depan Masjid kompleks Asta Sunan Wirokromo.

“Sejak uang peziarah yang di kotak samping sunan dikelola warga, Alhamdulillah sudah terkumpul hampir Rp 50 juta. Setiap perolehan dicatat. Tanpa serupiah yang berkurang,” timpal Murtadla yang bertugas mencatat uang hasil peziarah di papan.

Inisiatif warga ngelola uang peziarah di kotak samping sunan, bermula masa transisi petugas jaga Asta Sunan Wirokromo Blingi. Hal itu dimulai dari pernyataan Kadisparbudpora Pemkab Sumenep, Sufiyanto yang menyebut legalitas H Moh. Nur, penjaga Asta Sunan Wirokromo Blingi berakhir sejak ia wafat. Pernyataan Sufiyanto disampaikan di depan sejumlah warga Pulau Sapudi saat pertemuan bersama untuk membahas Yayasan sebagai pengelola Asta Sunan Wirokromo Blingi, akhir April, lalu.

“Dengan wafatnya H Moh Nur sebagai penerima SK Jaga Asta Blingi, berakhir pula SK itu. Saat ini, sesuai saran Bapak Bupati (KH A. Busyro Karim, Bupati Sumenep,red.), pengelola Asta Blingi akan diserahkan ke Yayasan. Dengan harapan, pengelolaan Asta Blingi lebih transparan dan profesional,” jelasnya, di depan audiens yang memadati ruang rapat Disparbudpora.

Setelah pertemuan di Disparbudpora itu, dilanjut beberapa kali pertemuan yang difasilitasi Forpimka Gayam. Tapi tidak membuahkan kesepakatan untuk membuat Yayasan, sebagai wadah pengelola Asta. Penyebabnya, H Ahmadi, putra alm H Moh Nur keberatan jika Asta Sunan Wirokromo Blingi dikelola Yayasan. H Ahmadi bersikukuh dengan dalih ahli waris punya hak ngelola dan menjaga Asta Sunan Wirokromo Blingi.

Dalih putra H Ahmadi tidak menggoyahkan komitmen Pemkab Sumenep. Bahkan, Pemkab Sumenep baru-baru ini mendaftarkan Asta Sunan Wirokromo Blingi Sapudi sebagai cagar budaya. Tujuannya? “Asta Blingi sudah menjadi salah satu objek destinasi wisata religi. Tentu ini sudah menjadi aset pemkab. Karena aset Pemkab, perlu didaftarkan sebagai cagar budaya. Pengelolaan Yayasan biar tidak menimbulkan penilaian macam-macam,” jelas Sufiyanto kepada sejumlah media, beberapa waktu lalu.

Namun, dibalik keinginan kuat pemkab tidak dibarengi keseriusan menerbitkan ijin pengelolaan Asta Blingi kepada Yayasan.

“Saya heran. Padahal, Pak Bupati sudah menyetujui permohonan Yayasan untuk ngelola Asta Blingi. Kasihan warga kami terus dipanggil polisi. Padahal, warga kami hanya untuk merawat Asta Sunan Wirokromo. Tidak ada niatan sedikitpun untuk mengambil keuntungan pribadi dari uang peziarah asta,” ucap Kades Gendang Timur, Kecamatan Gayam, Mas Hadi, sebagaimana dikutip TransMadura, sambil menunjukkan disposisi Bupati Sumenep, KH A. Busyro Karim agar Asta Blingi dikelola Yayasan.

Memang, beberapa hari terakhir sejumlah warga Gendang Timur dipanggil Polsek Gayam untuk dimintai keterangan terkait laporan H Ahmadi.

Laporan itu, bermula di Minggu pertama bulan Mei. Puluhan warga Gendang Timur berkumpul di kompleks Asta Sunan Wirokromo Blingi. Maksud warga minta gembok kunci kotak yang menyimpan uang peziarah asta. Namun, keinginan warga ditolak oleh H Ahmadi. Secara refleks, Sayuddin, salah satu warga, menggergaji gembok kunci kotak. Lalu diganti dengan gembok kunci yang baru.

Tujuan mengganti gembok kunci itu, kata Sayuddin, ingin menyalurkan uang hasil peziarah untuk kenyamanan peziarah. “Demi Allah. Saya hanya ingin merawat Agung Sunan Blingi. Uang peziarah itu untuk perbaikan fasilitas asta. Satu rupiah saya tak ambil. Diharamkan sampai anak cucu ambil uang milik Agung Sunan. Walau saya orang tidak punya, saya bisa cari uang yang halal,” tutur Sayudin, yang terlihat bergetar bibirnya.

Sayudin tampak pasrah atas pemeriksaan di Polsek Gayam yang dijerat Pasal 170 jo 406 subscribe 335 ayat (1) KUH Pidana setelah menerima laporan dari H Ahmadi.

Sayudin mengaku ikhlas berkorban semata ingin merawat Sang Waliyullah, Sunan Wirokromo Blingi Sapudi.

“Saya hanya berdoa dan sesuai dengan hadits qudsi. Barang siapa yang merawat kekasih-Ku, Aku akan memberi Rahmat sebagaimana Aku memberikan Rahmat kepada kekasih-Ku. Sebaliknya, siapa yang mengganggu kekasaih-Ku, Aku nyatakan perang terhadap orang itu,” terangnya, mengakhiri pembicaraan.

sumber: transmadura

Link Banner
Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
Link Banner
Link Banner

Jejak Ulama

Kategori Pilihan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional