Dua Hari, Carok Massal dan Pembunuhan Terjadi di Sampang

sumber foto Ahmadi for Mata Madura
sumber foto Ahmadi for Mata Madura

MataMaduraNews.comSAMPANG-Pada hari Sabtu dan Minggu (8-9/4/2017), Kepolisian Polres Sampang disibukkan dengan insiden carok dan pembunuhan.

Pada hari Sabtu sore (8/4/2017), warga Dusun Naporan Laok, Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Sampang, Madura,  heboh. Sebab, sejumlah warga setempat terlibat carok yang saling membunuh.

Informasi yang dihimpun MataMaduraNews.com, insiden carok berawal dari kematian Saraton (55), warga setempat. Selama dua tahun ia menderita sakit perut dan meninggal dunia pada Sabtu sore.

Beberapa menit atas kematian Saraton, entah siapa yang menyulut bahwa kematian Saraton akibat disantet Mustofa (55), tetangganya. Pada pukul 15.30 wib, kedua putra almarhum, Saliman (40) dan Muhammad Habibi (30), mendatangi  kediaman Mustofa. Di rumah Mustafa sudah ada Abdur Rahman (37) dan Sitina (49). Keduanya kakak-beradik yang masih keluarga Mustofa.

Tiba di rumah Mustafa, kedua putra almarhum langsung menghunus senjata tajam (sajam) yang sengaja ia bawa dari rumahnya. Abdur dan Sitina juga sigap dengan celuritnya. Duel pun tidak bisa dihindari.

Carok sengit berlangsung beberapa menit. Satu sama lain saling menyerang dengan sajam.

Mustafa langsung diserang. Namun, Abdur dan Sitina ikut menangkis serangan Saliman dan Muhammad Habibi.

Menurut Ahmadi (27) warga setempat, saat kejadian warga sekitar tidak bisa melerai carok massal. Dan carok tersebut baru berhenti setelah Mustofa, Sitina dan Saliman jatuh tersungkur meninggal di TKP.

“Ketiga korban meninggal dengan kondisi tangan putus dan bagian tubuh lainnya penuh darah akibat luka sabitan celurit,” terang Ahmadi, kepada MataMaduraNews.com.

Sedangkan, Muhammad Habibi dan Abdur  mengalami luka berat.  Abdur langsung dirujuk ke RSUD Pamekasan oleh warga. Sementara Muhammad Habibi dirujuk ke  Puskesmas setempat.

Polisi yang mendengar kabar tersebut langsung mendatangi TKP. Seketika polisi langsung melakukan kordinasi dengan tokoh masyarakat setempat. Langkah tersebut dilakukan khawatir terjadi carok susulan. Termasuk upaya pengamanan di Puskesmas tempat Muhammad Habibi di rawat.

Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Hery Kusnanto, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya masih mendalami peristiwa tersebut.

Polisi mengamankan barang bukti  berupa, celurit, sarung pengaman celurit tiga buah, sandal satu pasang, kopiah tiga buah, dan pakaian korban yang tewas.

Belum reda insiden carok, Polres Sampang kembali dituntut mengusut kasus pembunuhan di Dusun Bedeuh, Desa Lar Lar, Kecamatan Banyuates, Sampang pada hari Minggu pagi (9/4/2017).

Korban pembunuhan itu bernama Dassir (30), warga Desa Lar Lar, Kecamatan Banyuates, Sampang. Korban ditemukan warga setempat pada pukul 08.30 wib dalam keadaan bersimbah darah. Ia mengalami luka robek pada kepala bagian kiri, serta punggung bagian kanan.

Sebagaimana informasi yang berkembang di lapangan, korban tewas akibat disabet senjata tajam (Sajam) oleh Sfd (35), warga setempat, yang saat ini masih dalam pengejaran petugas.

Sementara pemicu penganiayaan atau pembunuhan tersebut, diduga karena salah faham, saat korban melintas dengan motornya di jalan Dusun Bedeuh, Desa Lar Lar.

Korban diniformasikan tidak mengindahkan peringatan pelaku, dan terus  membleyer gas motornya, saat lewat didekat pelaku.

Akibatnya, pelaku naik pitam dan menebaskan senjata tajam yang dibawanya ke tubuh korban hingga tewas.

Sementara aparat Polsek Banyuates, langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) begitu mendapat laporan warga, dan melakukan evakuasi terhadap korban.

“Pelaku pembunuhan masih dalam pengejaran. Jadi, motif pembunuhan yang sebenarnya, masih dalam penyelidikan,” terang Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Hery Kusnanto.

Kirom & Azis, Mata Sampang

Tinggalkan Balasan