Fadhilah Budiono, Sosok Pemimpin yang Merakyat

“Untuk menjadi benar-benar hebat kita harus berdiri bersama rakyat tidak di atasnya” (Montesquieu)

Bupati Sampang, Fadhilah Budiono. (Foto Kirom, Mata Madura)
Bupati Sampang, Fadhilah Budiono.
(Foto Kirom, Mata Madura)

MataMaduraNews.comSAMPANG – Kata-kata Montesquieu ini mungkin cocok disandarkan kepada salah satu pimpinan di Kabupaten Sampang. Ialah Fadhilah Budiono, yang memimpin Sampang dua periode pada 1995-2001 dan 2001-2006. Dan saat ini, mantan Wakil Bupati itu tengah menggantikan almarhum Bupati KH. A. Fannan Hasib yang telah berpulang ke rahmatullah menjelang akhir masa jabatannya.

Pemimpin adalah orang yang dinomorsatukan oleh rakyatnya. Pemimpin juga akan dimuliakan rakyat jika menghargai rakyatnya. Dan Fadhilah Budiono, mampu menjawab tugas seorang pemimpin yang demikian. Itu dibuktikan dengan ditetapkannya sebagai bupati definitif di sisa masa jabatan delapan bulan ke depan menggantikan almarhum KH. A. Fannan Hasib.

Fadhilah Budiono lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, pada 16 September 1947, dan menjabat sebagai Bupati Sampang dua periode pada 19952001 dan 20012006. Setelah itu, kedudukannya sebagai bupati digantikan oleh Noer Tjahja. Akan tetapi, pada Pemilihan Bupati Sampang 2013 lalu, ia tepilih sebagai Wakil Bupati Sampang mendampingi KH. A. Fannan Hasib. Dalam karier politiknya, Fadhilah-panggilannya, pernah menjabat sebagai Dewan Penasihat DPD Partai Golkar Sampang periode 1983-1995 dan Dewan Pakar PPP Sampang tahun 2000.

Secara geografis, Kabupaten Sampang adalah kabupaten yang terletak di pulau Madura di antara 3 kabupaten lainnya, yakni Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep. Sejak masa kepemimpinan Bupati RT. Moh. Iksan pada tahun 1950 hingga masa Bupati Fadhilah Budiono pada tahun 1995 tidak ada posisi wakil bupati. ”Penetapan untuk menjabat sebagai bupati pun tidak melalui pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (pemilu), namun penunjukan dan ditetapkan oleh Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Tingkat I Jawa Timur,” tuturnya, pekan ketiga Juni lalu.

Lalu pada tahun 2001 barulah diadakan pemilihan Bupati Sampang. Itupun tidak melalui pemilu langsung, namun dipilih oleh DPRD Kabupaten Sampang dengan dua pasangan calon. Yakni, pasangan H. Fadhilah Budiono–Dr. Said Hidayat dan pasangan Letkol Sanusi–KH. Fahrur Rozi Faruq. Saat itu, terpilihlah Bupati H. Fadhilah Budiono dan Wakil Bupati Dr. H. Said Hidayat yang memimpin Sampang pada tahun 2001 hingga 2006.

Kariernya dalam memimpin tidak lahir secara instan. Jauh sebelum menjadi orang nomor satu di Sampang, Fadhilah pernah menjabat sebagai Dansek Kota Rembang, Dandis Kadewanan Rembang, Dosen dan Akabri Pol, Danres Bontang, Danres Baru, hingga tiba di Sampang sebagai Kapolres. Tetapi, ia masih pindah tugas sebagai Kapolres Surabaya Utara, Kapolres Probolinggo, dan akhirnya memilih memangku kebijakan dalam kancah politik dengan menjadi Bupati Sampang, Wakil Bupati dan sekarang diangkat sebagai Bupati Sampang kembali pasca wafatnya Bupati Fannan.

Sebagai pejabat publik, kemerakyatan Fadhilah tak hanya dirasakan oleh warganya sendiri di Sampang. Seorang mahasiswa asal Sumenep di jamannya memimpin Sampang periode kedua, juga merasakan sendiri bahwa eks Korps Bhayangkara itu sangat ramah dan welcome kepada semua orang dan kalangan. ”Bagaimana tidak, baru di jaman Pak Fadhilah itu saya mau ketemu bupati tinggal nyelonong saja dan antri di depan ruangannya. Tak ada protokoler dan hal ribet lainnya,” ceritanya kepada Mata Madura.

| kirom/farhan

Tinggalkan Balasan