Menu

Festival Ketupat Suguhkan Aneka Jenis Topa’ di Pantai Lombang

  Dibaca : 446 kali
Festival Ketupat Suguhkan Aneka Jenis Topa’ di Pantai Lombang
Nurfitriana Busyro (atas) menunjukkan jenis Topa' Masjid yang baru dibuat oleh pengrajin. Bupati Sumenep, KH A. Busyro Karim (kiri) menunjukkan jenis topa' yang biasa dikonsumsi masyarakat Sumenep. Wabup Fauzi (kanan) melihat jenis topa' saat pembukaan. (Foto/ Rusydiyono, Mata Madura)
Link Banner

MataMaduraNews.comSUMENEP-Ada suasana beda sehari Pasca Lebaran Ketupat di Pantai Wisata Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep.

Pemkab Sumenep bersama OPD menggelar Pesta Rakyat Ketupatan dan Festival Ketupat pada hari Sabtu (23/06/2018).

Karuan saja, sepanjang bibir Pantai Lombang dijejali stand ketupat dan aneka menu serta jenis ketupat.

Menurut Ketua Panitia Pesta Rakyat Ketupatan dan Festival Ketupat, Mohammad Fadillah, kegiatan tersebut meliputi lomba menu ketupat dan cara membuat ketupat.

“Untuk kriteria lomba menu ketupat meliputi besaran potongan ketupat, cara pengolahan menu masakan, kreativitas penyajian. Sedangkan kriteria carabmembuat ketupat mulai dari jumlah ketupat, kreativitas dan keindahan,” jelasnya kepada semua media di Pantai Lombang.

Diantara kunjungan Bupati Sumenep KH A. Busyro Karim bersama Wabup Fauzi, Pj Sekda R Idris dan Nurfitriyana Busyro, ada kunjungan yang sempat menarik perhatian bupati dan pengunjung lainnya.

Di tempat peserta pembuat ketupat, Bupati Kiai Busyro dan Nurfitriana tampak kaget. Diantara tumpukan jerami sebagai bahan ketupat, terlihat aneka model ketupat.

Seperti, Topa’ Lobar, Topa’ Sangoh (bentuk populer), Topa’ Kope’, Topa’ Toju’, Topa’ Bhabang, Topa’ Jharan, Topa’ Masjid dan Topa’ Peller.

Bupati dan rombongan hanya bertanya seputar waktu pembuatan dan berfoto bersama.

Puas keliling mengunjungi semua stand, Bupati Busyro menyerahkan hadiah ke pemenang lomba. Lalu menikmati hidangan aneka topa’ yang disediakan panitia.

Sebelum gelar Festival Ketupat dimulai ada kirab ketupat dan aneka tarian. Saat sambutan  di atas panggung, Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim menjelaskan secara rinci ikhwal pesta kupatan yang di Madura dikenal dengan tellasan topa’.

Menurutnya, sejak ratusan tahun lalu, makanan topa‘ diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga bertujuan melestarikan budaya masyarakat Sumenep. Sehingga tellasan topa’ lestari turun menurun menjadi tradisi hingga saat ini.

“Pesta Rakyat Ketupatan dan Festival Ketupat diharap bisa menjadi  potensi wisata menyambut Visit Sumenep 2018,” jelasnya

“Semangat tellasan topa’ adalah semangat menyatukan energi seluruh lapisan masyarakat dalam mengejar dan meningkatkan kemajuan Sumenep,” tegas Bupati dua priode ini.

Rusydiyono, Mata Madura

Link Banner
Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
Link Banner
Link Banner

Jejak Ulama

Kategori Pilihan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional