Gali Potensi Pemuda, KKN 68 UTM Gelar Seminar Wirausaha di Poteran

GALI POTENSI PEMUDA: Suasana seminar bertema 'Pemuda dan Wirausaha' oleh KKN 68 UTM Bangkalan di Desa Poteran, Kecamatan Talango, Sumenep. (Foto Ayu Hilda for Mata Madura)
GALI POTENSI PEMUDA: Suasana seminar bertema ‘Pemuda dan Wirausaha’ oleh KKN 68 UTM Bangkalan di Desa Poteran, Kecamatan Talango, Sumenep. (Foto Ayu Hilda for Mata Madura)

MataMaduraNews.comSUMENEP –  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 68 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, di Sumenep menggelar seminar, Senin (31/07) kemarin. Kegiatan yang berlangsung di Desa Poteran, Kecamatan Talango tersebut, dimaksudkan untuk menggali potensi para pemuda setempat.

Salah satu mahasiswa KKN 68 mengatakan, sejumlah mahasiswa dalam kelompoknya yang melaksanakan program pengabdian sejak medio Juli lalu, memang sangat antusias melakukan terobosan terbaru pada desa yang ditempatinya. Di antara terobosan itu diwujudkan dengan melakukan berbagai pelatihan dan salah satunya dikemas dengan bincang kritis bersama kaum pemuda.

“Kami menilai bahwa kaum pemuda sangatlah penting bagi sebuah desa apalagi untuk meningkatkan perekonomian Desa Poteran ini,” ungkap Ayu Hildawati kepada MataMaduraNews.com, Senin (31/07) malam.

Seminar bertemakan ‘Pemuda dan Kewirausahaan’ yang khusus dibawakan dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi UTM Bangkalan, Teguh Hidayatul Rachmad S.Ikom, M.Si. MA itu, berhasil menarik minat kaum muda. Terbukti, jumlah mereka yang hadir sangat banyak, selain para pengurus Yayasan dari lembaga pendidikan di Desa Poteran yang juga diundang.

“Pemuda memiliki porsi peran yang sangat penting bagi (kemajuan, red) desa,” kata Ayu, panggilannya, menyampaikan pemaparan pemateri kepada MataMaduraNews.com.

Teguh, kata Ayu, juga memotivasi para pemuda setempat. Rasa peduli pemuda untuk membuat wirausaha di desa mereka sendiri disulut, sehingga bisa bergerak guna meningkatkan perekonomian Desa Poteran.

Tak ayal, jiwa kaum muda itu pun terbakar. Sejumlah pemikiran kritis disampaikan sebagai tanda tumbuhnya rasa peduli terhadap desa. Bahkan, mereka sangat menginginkan adanya suatu pelatihan bidang kewirausahaan dengan pelatih yang sangat berkualitas.

“Bagaimana caranya agar kami menjadi terampil? Kami ingin dilatih dengan orang yang benar-benar terampil dalam bidang kewirausahaan agar kami bisa memajukan perekonomian desa kami,” ujar Yurdis, salah satu pemuda yang terlihat sangat antusias.

Tak hanya wirausaha, para pemuda juga mengusulkan agar skill mereka dilatih dengan orang yang sangat berpengalaman. Hal itu tak lain, sebab semangat yang telah ditumbuhkan oleh Teguh selama materi disampaikan.

“Semuanya harus didasari dengan tekad dan niat yang sangat kuat agar usaha yang akan di lakukan bisa berkembang dengan pesat. Karena para pemudalah yang harus melakukan terobosan baru untuk wirausahanya sendiri agar mereka mengerti apa arti kewirausahaan yang sesungguhnya,” ujar Ayu tentang kesimpulan hasil seminar.

Sebagai mahasiswa pengabdi, Ayu sadar mengubah seseorang (pemuda, red) tidaklah mudah. Akan tetapi, dengan niat yang sangat kuat menggali dan mengembangkan potensi pemuda, semua yang tidak mungkin akan menjadi mungkin.

“Saatnya yang pemuda yang berkreativitas tanpa padam, karena tanpa pemuda apalah arti sebuah desa,” tandasnya.

Rafiqi, Mata Madura

Tinggalkan Balasan