Menu

Gandeng MES Korwil Madura, KSEI JEBIS Gelar Dialog Interaktif Bersama 4 Pimpinan di Madura

  Dibaca : 84 kali
Gandeng MES Korwil Madura, KSEI JEBIS Gelar Dialog Interaktif Bersama 4 Pimpinan di Madura
DARI KIRI: Wabup Pamekasan Raja'e, Sekda Sampang Putut Budi Santoso, Dosen UTM Bangkalan Mashudi, dan host acara Nurul Huda. (Foto Kirom/Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comPAMEKASAN-Kelompok Studi Ekonomi Islam Jurusan Ekonomi Bisnis Islam (KSEI JEBIS) IAIN Madura berkolaborasi dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menggelar Dialog Interaktif bersama pimpinan 4 daerah di Madura di aula Rumah Dinas Wakil Bupati Pamekasan.

Dalam acara yang sekaligus jadi momentum Deklarasi MES Korwil Madura itu, kedua organisasi juga menandatangani kesepakatan bersama dalam pengembangan ekonomi Islam ke depan.

Dipandu oleh host Nurul Huda, MM, dialog bertemakan ‘Benarkah Ekonomi Madura Termonopoli?’ berjalan meriah dan lancar pada Sabtu (02/03/2019) pagi tadi.

Agenda dialog dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pamekasan Raja’e, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang Puthut Budi Santoso, dan Mashudi Dosen sekaligus DPP-PK EBIS Universitas Trunojoyo Madura. Sementara peserta yang datang dari delegasi sejumlah kampus di Madura, antara lain dari Universitas Trunojoyo Madura, STAIS Bangkalan, dan STAIMU Panyeppen, Pamekasan.

Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e dalam dialog tersebut menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang tergabung dalam KSEI. Sebab, adanya dialog interaktif justru menjadi serap aspirasi pemerintah untuk kemajuan Madura.

“Saya apresiasi ide mahasiswa telah melakukan kegiatan ini. Sebab dengan begini, pemerintah bisa diskusi langsung dengan mahasiswa yang memang menjadi tugas mahasiswa sebagai agent of change,” ungkap Wabup lulusan SI STAIN Pamekasan yang kini resmi jadi IAIN Madura.

Kemudian, Wabup Raja’e memaparkan ketidaksetujuannya Madura menjadi provinsi saat diskusi berlangsung. Ia malah memiliki ide lain tentang Madura dalam kaitannya dengan perekonomian di masa depan.

“Saya justru tidak setuju kalau Madura jadi provinsi  saya lebih suka jika Madura harus jadi pulau ekonomi khusus yang memanfaatkan kekayaan alam dan budaya yang ada di Madura,” ujar Wabup yang pernah menjabat Kepala Desa Bujur Barat itu.

Sementara, Sekda Putut Budi Santoso menyampaikan bahwa tanah di Sampang 100% tidak termonopoli. Hal tersebut berkaitan dengan tema dialog soal apakah ekonomi di Madura termonopoli.

“Luas wilayah Kabupaten Sampang yang mencapai 1233,33 km2 habis dibagi menjadi 14 kecamatan 186 desa/kelurahan dan 100% tanah di Sampang tidak termonopoli,” tegasnya.

Dialog Interaktif tersebut selanjutnya berlangsung seru dengan pemaparan tema dari masing-masing narasumber. Namun dari empat narasumber yang diundang, hanya tiga orang yang hadir, itupun dua orang dengan perwakilan.

Dari Pemkab Pamekasan, Bupati Badrut Tamam diwakili langsung oleh Wabup Raja’e. Kemudian Bupati Sampang H. Slamet Junaidi diwakili Sekda Putut Budi Santos. Sedangkan dari Bangkalan dihadiri langsung oleh yang bersangkutan.

Sementara satu narasumber yang tidak hadir dari Sumenep adalah Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Nurus Salam. Namun demikian, acara yang dimulai sejak pukul 08.00 pagi itu tetap berlangsung lancar hingga berakhir pada pukul 12.00 siang.

Kirom, Mata Madura

Link Banner
Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
Link Banner
Link Banner

Jejak Ulama

Kategori Pilihan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional