Gerindra Calonkan Ra Latif Jadi Bupati Bangkalan, Pengamat Politik; Itu Hal Yang Positif

Surochim, dosen Ilmu Komunikasi UTM sekaligus pengamat politik. (foto, istimewa)
Surochim Abdussalam, dosen Ilmu Komunikasi UTM sekaligus pengamat politik.
(foto, istimewa)

MataMaduraNews.comBangkalan – Sikap politik DPC Partai Gerindra Bangkalan yang akan mencalonkan Latif Amin Imron sebagai Bupati Bangkalan yang merupakan kader partai lain dinilai tidak ada masalah oleh Surochim Abdussalam, seorang pengamat politik di Kabupaten Bangkalan.

Menurut pria yang juga menjadi Dosen Ilmu Komunikasi UTM tersebut, saat ini partai politik harus memperhatikan aspirasi publik termasuk dalam memilih calon kepala daerah.

“Dinamika kontestasi politik kontemporer, pemimpin dipilih melalui pemilihan langsung, partai harus memperhatian aspirasi publik,” Ujarnya saat dihubungi, Minggu (09/07/2017).

Meskipun lanjutnya, ada sebagian kader partai mencalonkan kadernya sendiri hal itu merupakan bagian dari menjaga kehormatan partai itu sendiri.

“Namun, menurut saya kader partai disamping memahami akan kebutuhan eksistensi kader juga wajib membaca kehendak dan aspirasi publik,” Imbuhnya.

Dikatakannya, jangan sampai karena hanya ingin mencalonkan kader partai, tapi popularitas, aseptabilitas dan elektabilitasnya rendah akan kalah dengan kandidat lain. “Karena ujung dari kontastasi politik sebenarnya adalah pemenengan,” Tuturnya.

Bagaimana dengan sikap politik DPC Gerindra Bangkalan yang akan mencalonkan kader partai lain? Ia menjawab, partai modern harus bisa menerima perubahan dan kecenderungan itu. Menurutnya hal itu positif bagi partai untuk menyeleksi calon terbaik.

“Menurut saya di era ini partai harus semakin terbuka untuk menerima kandidat yang berasal dari luar partai, partai kan bisa memberi syarat untuk kandidat yang akan diusung,” jelasnya.

Mengenai tentang hasil Rapimnas Partai Gerindra yang hanya akan mengusung kader partai dalam Pilkada, menurutnya hal itu wajar. “Partai punya mekanisme itu bagus untuk menjadi pegangan bersama dalam menjaga soliditas partai,” ucapnya.

Jika partai tetap akan mencalonkan kader sendiri, mestinya kader tersebut harus memiliki popularitas, akuntabilitas dan elektabilitas yang tinggi.

“Tetapi jika hasil survei rendah masak masih harus bertahan dengan mekanisme. Mestinya mekanisme internal partai menyesuaikan. Makanya penjaringan itu juga penting,” Pungkasnya.

Shoim Istgahfirullah, Ketua LSM Cide Bangkalan
Shoim Istgahfirullah, Ketua LSM Cide Bangkalan

Namun disisi lain Ketua LSM Cide Bangkalan M. Shoim Istaghfirullah menilai keputusan Partai Gerindra tersebut tidak konsisten.

“Kalau begitu kan sangat ironis seperti tidak punya komitmen, apa gunanya hasil Rapimnas kalau masih mengusung kader partai lain,” Jelasnya.

Dikatakannya, seharusnya kader partai harus menghormati hasil dari Rapimnas sebagai keputusan forum tertinggi dari partai itu sendiri.

“Saya rasa masih banyak waktu untuk Partai Gerindra menyiapkan kader terbaiknya, jangan tergesa-gesa seperti itu, lantas mencalonkan kader partai lain,” Pungkasnya.

Agus, Mata Bangkalan

Tinggalkan Balasan