Hadapi Degradasi Moral, SMPI An-Nur Al Makkiyah Sampang Tekankan Akhlak dan Tauhid

PASCA KBM: Sejumlah siswi SMPI An-Nur Al Makkiyah Tambelangan, Sampang keluar dari kelas masing-masing usai jam pelajaran. (Foto Ach. Muchlis for Mata Madura)
PASCA KBM: Sejumlah siswi SMPI An-Nur Al Makkiyah Tambelangan, Sampang keluar dari kelas masing-masing usai jam pelajaran.
(Foto Ach. Muchlis for Mata Madura)

MataMaduraNews.comSAMPANG – Di tengah arus globalisasi dan modernitas seperti sekarang ini, karakter dan moralitas bangsa menjadi satu dari sekian banyak persoalan utama yang dialami oleh negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Bagi negara-negara kapitalis, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial untuk memasarkan berbagai produk budayanya. Di sinilah lembaga pendidikan harus menemukan perannya dari sekadar proses transformasi ilmu pengetahuan semata. Sebagaimana SMPI An-Nur Al Makkiyah memantapkan visinya, guna melahirkan lulusan beriman dan bermoral.

Pendidikan formal di sekolah merupakan salah satu upaya untuk menyadarkan remaja bahwa modernisasi dan segala dinamikanya itu, bukanlah westernisasi. Pendidikan sebagai upaya pembentukan sikap, keterampilan dan pengetahuan tersebut sudah dimulai dari jenjang sekolah dasar hingga pendidikan tinggi. Namun di usia sekolah menengah pertama (SMP) kurang lebih usia 12 – 15 tahun yang menjadi masa pengembangan karakter paling penting dalam fase kehidupan manusia. Fase ini disebut dengan nama Period of Formal Operation.

Demi melihat kondisi zaman yang demikian, SMPI An-Nur Al Makkiyah di bawah Yayasan Nurul Huda Kecamatan Tambelangan, Sampang lahir menjadi pencerah di tengah masyarakat pedesaan di sekitarnya. SMP yang berlokasi di Dusun Bara’allah, Desa Barung Gagah itu, berdiri pada 01 Juli 2015 lalu dengan harapan masyarakat pedesaan merasakan manis dalamnya sumur ilmu pengetahuan di tengah modernisasi yang kejam pada abad 21 ini.

Ach Muhlis selaku Kepala SMPI An-Nur Al Makkiyah menyatakan, saat ini pendidikan dengan modernitas dibutuhkan demi bersaing di kancah nasional secara nalar pemikiran. Namun begitu, SMPI yang sedang dipimpinnya itu memiliki visi yang jelas menempatkan nilai akidah dan moral sebagai dasar utama.

Dengan visi melahirkan sumber insan yang beriman, bertakwa, berakhlakul karimah, serta mempunyai ilmu pengetahuan yang memadai, Muhlis-panggilannya, merasa cukup bagi para jebolan SMPI An-Nur Al Makkiyah untuk berlaga menghadapi derasnya arus zaman. Harapannya, hal itu hendaknya dilakukan dengan terus mengibarkan nilai-nilai keislaman dengan takwa dan keimanan di setiap gerak nalar pemikiran dan praktik di lapangan.

”Saya berharap kepada para siswa agar tetap melanjutkan pendidikan. Pendidikan sangat penting, hampir semua perubahan Indonesia di saat ini adalah berkat peran intelektual seseorang yang mempunya basic science di bidang masing-masing,” ungkapnya, saat ditemui Mata Madura, Rabu, 26 Juli lalu.

Begitupun disampaikan Nur Hasanah. Salah seorang guru di SMP Islam itu, menegaskan kepada kepada para siswa untuk tetap menggali kemampuannya dengan cara apapun. Sebab, keterampilan dan kemampuan seseorang diyakini menjadi pendorong bergulirnya cita dan harapan. Tetapi tetap dilandasi tunduk dan patuh kepada orang tua dan guru sebagai kunci seseorang menggapai cita.

”Mempunyai dasar intelektual sebagai orang terdidik bukan kemudian melupakan kewajiban awal untuk berbakti dan berbudi pekerti. Disertai dengan doa yang tak putus, salah satu bukti bahwa manusia beriman kepada sang pemberi kekuasaan,” pesannya.

| kirom/rafiqi

Tinggalkan Balasan