Menu

Hasil Kunker TP PKK Sumenep ke Desa Waturejo, Bunda Fitri: Pemerintah Desa Rangkul PKK

Hasil Kunker TP PKK Sumenep ke Desa Waturejo, Bunda Fitri: Pemerintah Desa Rangkul PKK
Ketua TP PKK Sumenep, Nurfitriana Busyro bersama rombongan saat sharing dengan TP PKK Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. (Foto Rusydiyono/Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comMALANG-Kunjungan Kerja (Kunker) TP PKK Sumenep ke TP KPP Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, rupanya tak sia-sia. Dari situ, rombongan yang dipimpin Nurfitriana Busyro tersebut mendapatkan banyak hal yang bisa dilakukan di Sumenep.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kunker TP PKK Sumenep bertujuan untuk belajar Desa Wisata Berbasis PKK ke Desa Waturejo. Pasalnya, desa tersebut merupakan satu-satunya desa yang di Indonesia yang sudah menerapkan ‘Desa Wisata berbasis PKK’.

“Selain silaturahim, kami juga ingin mengembangkan wisata yang ada di Sumenep, tentu dengan belajar kepada yang berpengalaman yaitu Kabupaten Malang,” ujar Ketua TP PKK Sumenep, Nurfitriana Busyro saat sambutan di Pendopo Kabupaten Malang, Selasa (08/10/2019) kemarin.

Setelah disambut oleh TP PKK Malang di pendopo kabupaten, rombongan TP PKK Sumenep menuju Desa Waturejo. Di sana mereka sharing dan belajar bagaimana desa tersebut bisa menerapkan Desa Wisata Berbasis PKK.

Salah satu fakta yang ditemukan rombongan PKK Sumenep di Desa Waturejo dalam keberhasilannya menerapkan Desa Wisata Berbasis PKK, kata Bunda Fitri, yakni kepala desanya sangat menunjang kegiatan PKK. Pemerintah desa memanfaatkan Dana Desa sebesar 70% untuk pemberdayaan dan 30% untuk sarana prasarana.

“Untuk kegiatan pemberdayaan di Desa Waturejo, Kepala Desa Waturejo merangkul PKK karena di PKK mempunyai program kerja yang mencangkup semua aspek dan semua usia di masyarakat,” kata Bunda Fitri dalam perjalanan pulang dari kunker, Rabu (09/10/2019).

Hal itu, dia, selaras dengan produk unggulan Desa Wisata Berbasis PKK tersebut. “Produk unggulan dari Desa Waturejo adalah Masyarakat Makmur berbasis Gotong Royong,” jelasnya.

Yang tak kalah penting, Pemerintah Kabupaten Malang juga memberikan perhatian dan pembinaan sebagai dukungan akan semangat inovasi dari Desa Waturejo sebagai Desa Wisata Berbasis PKK. Tentu saja, semangat inovasi pada PKK sendiri menjadi kunci utama.

“Pembinaan dari instansi Pemerintah Kabupaten setempat walaupun dengan dana minim namun dimanfaatkan secara maksimal oleh PKK Waturejo,” ujar Bunda Fitri.

Tak hanya itu, lanjut Ketua TP PKK yang juga anggota DPRD Jatim tersebut, ternyata beberapa progam inovasi  yang dihasilkan PKK Waturejo mempunyai jargon masing-masing. Salah satunya “Cinta Paksa” dan “Matselor” yaitu Cuci Tangan Pakai Sabun dan Matikan Rokok Sebelum Masuk Rumah.

“Tentu saja jargon-jargon itu ya bukan sekadar jargon, tetapi memang diterapkan bersama-sama oleh masyarakat. Artinya, keberhasilan Desa Waturejo dengan berbagai programnya ini merupakan hasil gotong-royong, yakni dukungan semua pihak dari pemerintah daerah, pemdes, pengurus PKK dan masyarakat itu sendiri,” ungkapnya.

Rusydiyono, Mata Madura

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Lowongan

DISWAY

Kerapan Sapi

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional