Menu

Hobi Bercocok Tanam, Ratibi Kebanjiran Rezeki Saat Musim Durian Tiba

  Dibaca : 223 kali
Hobi Bercocok Tanam, Ratibi Kebanjiran Rezeki Saat Musim Durian Tiba
Ratibi (pakai topi) saat menunjukkan buah durian hasil tanamannya, (Foto: Hasin/ Mata Madura)
Link Banner

MataMaduraNews.com-Bangkalan-Ratibi pria di Desa Batobelle Kecamatan Geger ini sepintas tak ada yang istimewa dengan pria pada umumnya, namun hobinya menanam tanaman berbuah membuatnya kebanjiran rupiah disaat musim buah durian tiba.

“Alhamdulilah, ada tambahan penghasilan mas,” paparnya dengan wajah sumringah.

Tidak mudah untuk dapat mencicipi buah durian hasil tanaman Ratidi, karena harus melakukan pemesanan terlebih dahulu dan menunggu giliran.
“Karena yang berbuah hanya tiga pohon, dan saya menunggu buah tersebut jatuh sendiri dari pohonnya sehingga matang dengan sempurna,” ungkap Ratidi berusaha menjelaskan kenapa membutuhkan waktu yang cukup lama untuk hanya sekedar membeli buah durian hasil tanamannya.

Buah durian tanaman Ratidi memang bisa dibilang istimewa dibandingkan durian pada umumnya di Madura, dagingnya yang tebal dan bijinya yang kecil membuat sebagian orang rela mengeluarkan ratusan ribu rupiah serta datang langsung ke lokasi yang berjarak puluhan kilo dari Kabupaten Bangkalan.
“Bibitnya saya beli di Jombang, harganya 70 ribu satu bibit, usia 4 tahun sudah mulai berbuah,” ungkapnya.

Pohon duriannya pun tidak terlalu besar dan tinggi, bahkan sebagian buahnya bisa dijangkau oleh pria dewasa tanpa harus menggunakan alat bantu ataupun memanjat pohon. Ratidi menjual buah durian matang dengan harga bervariasi.

“Saya mejual 100 ribu per biji kalau yang besar, yang kecil ada yang 50 ribu, bervariasi tergantung ukurannya,” tutur pria yang mengaku belum beristri tersebut.

Pria yang kesehariannya bertani itu tidak memiliki keahlian khusus dibidang pertanian dan perkebunan, bahkan dirinya juga tidak memberikan perlakuan istimewa terhadap 15 pohon durian yang ditanamnya.
“Sesekali saya beri pupuk urea secukupnya, klo ada tanda-tanda hama ulat menyerang saya semprot dengan obat yang saya peroleh dari toko terdekat,” ucapnya sederhana.

Kini 3 dari 15 pohon durian tanaman Ratidi sudah mulai berbuah dan memberikan hasil. Dalam satu pohon menghasilkan 40 sampai 50 buah pada setiap kali musim berbuah tiba.

Ratidi mengaku sangat senang apabila ada perhatian dalam bentuk pelatihan atau pembagian bibit secara gratis dari pemerintah.
“Sangat senang, saya akan belajar sungguh-sungguh, dan pasti akan sangat membantu,” ungkap Ratidi penuh harap saat ditanya responnya apabila ada perhatian dari pemerintah dalam bentuk pelatihan maupun pemberian bibit secara gratis.

Hasin, Mata Bangkalan

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
Link Banner
Link Banner Link Banner

Jejak Ulama

Kategori Pilihan

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional