Menu

Imam Nahrawi; Orang Baik yang Ditimpa Musibah

Imam Nahrawi; Orang Baik yang Ditimpa Musibah
KENANGAN: Imam Nahrawi saat pelantikan pengurus IKA UINSA se Madura dan berlibur bersama di Pulau Oksigen, Giliyang, Sumenep. (foto dokumen)
Link Banner

Catatan: Hambali Rasidi

matamaduranews.com-Saya bukan kader langsung Imam Nahrawi. Dia hanya senior di PMII IAIN Sunan Ampel, Surabaya.

Saat saya semester III, Cak Imam sudah semester XI. Cak Imam, Ketua PMII Cabang Surabaya. Saya Sekjen PMII Rayon Ushuluddin.

Meski berstatus kader ingusan, saya sering diajak gabung jika kumpul bareng dengan para aktivis senior. Seperti, Cak Niqo. Habib Saleh. Gus Anwar Sadad. Arif Junaedi.

Jelang pemilihan Ketua PMII Koorcab Jatim di Prigen, Pasuruan, 1996 akhir. Cak Imam buat geger para senior. Cak Imam menyatakan bersedia merebut posisi Ketua Koorcab.

Peta politik berubah. Para senior semula menyiapkan Suhermanto Jakfar sebagai pengganti Cak Niqo.

Mengejutkan karena Cak Imam akan bersaing dengan Cak Herman. Sama-sama kader PMII asal IAIN Sunan Ampel.

Cak Niqo khawatir dinasti Ketua Koorcab Jatim yang sudah turun temurun jatuh ke luar kader IAIN.

Kesediaan Cak Imam ingin merebut posisi Ketua PMII Koorcab Jatim di luar prediksi para senior. Cak Imam seakan tak lewat pintu mainstream untuk menjadi Ketua Umum PMII Koorcab Jatim.

Sejak terpilih Ketua Korcab, jejak politik Cak Imam seperti ditelan bumi. Kelompok mainstream waktu itu, dekat dengan Grahadi dan Pangdam V Brawijaya, Jendral Hartono asal Pamekasan.

Gubernur Basofi Sudirman memang dekat pada kelompok Cak Anam, Cak Niqo dan Cak Herman.

Jelang Pemilihan Gubernur Jatim, 1998 di Gedung Indrapura. Cak Imam tiba-tiba gelar istighosah akbar di Masjid depan Gedung DPRD Jatim.

Kelompok Cak Imam mendoakan keselamatan dan kesehatan Imam Utomo. Di luar prediksi dan sejarah, Imam Utomo terpilih sebagai Gubernur Jatim pilihan anggota DPRD Jatim.

Dan Basofi Sudirman hanya menjabat satu periode. Tak mengikuti jejak para gubernur terdahulu yang dua periode.

Sejak itu, Cak Imam mulai dapat tempat berteduh. Maklum, Cak Imam anak pelosok desa di Bangkalan yang tinggal di mushalla kampung agar bisa kuliah di IAIN.

Bertahan hidup, Cak Imam harus menjadi guru ngaji private ke rumah-rumah. Sebelum, ngajar ngaji, Cak Imam sempat jadi pekerja bangunan di Surabaya.

Menjadi guru ngaji private, saya menyaksikan sendiri. Saya pernah diajak Syamsul Arifin, adik kandung Cak Imam, yang kini jadi anggota DPRD Jatim. Syamsul mengganti posisi kakaknya, sebagai guru ngaji ke rumah santrinya.

Syamsul kader saya di Ushuluddin. Saya sering diajak ke Mushalla tempat tidur Syamsul bersama Cak Imam di Mushalla, samping Giant, Margerejo.

Cak Imam sudah jadi aktivis Jatim yang diperhitungkan bersamaan dengan posisi Gubernur Imam Utomo.

Cak Imam akhirnya menjalin keakraban dengan Muhaimin Iskandar dan Mathori Abdul Jalil.

Usai Pileg 1999, Cak Imam menjadi staf pribadi Cak Imin di DPR RI. Lalu mendirikan DPP Garda Bangsa. Sayap pemuda PKB.

Pileg 2004, Cak Imam didaftarkan Caleg DPR RI oleh Cak Imin di Dapil Tulungagung. Tapi di nomor urut 3.

Di luar dugaan, perolehan kursi DPR RI PKB di dapil itu bisa raih 3 kursi. Dan Cak Imam jadi anggota DPR RI.

Kesempatan itu tak disia-siakan oleh Cak Imam untuk merawat konstituen. Namun, di Pileg 2009 Cak Imam kembali menghadapi tantangan.

Perpecahan PKB setelah PKNU yang diisi para politisi senior PKB Jatim ikut berebut kursi di Pileg 2009.

Cak Imam ditugasi Cak Imin sebagai Ketua PKB Jatim. Ujian itu akhirnya berlalu. Cak Imam kembali melenggang ke Senayan dari Dapil Surabaya-Sidoarjo.

Pada tahun 2014, di luar prediksi banyak pengamat dan politisi, Cak Imam dipilih Presiden Jokowi menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga.

Saat menjadi menteri, Cak Imam masih ingat pada IAIN yang berubah jadi UIN. Kampus yang membesarkan dirinya.

Lalu Cak Imam berinisiatif mendirikan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UINSA.

Inisiasi pendirian dibantu banyak koleganya. Seperti Choliq Baya, Direktur Radar Jember. Baijuri, pengusaha Travel Umrah dan Haji. Khusus wilayah Madura, dibantu. Ali Humaidi.

Saya ditunjuk sebagai Ketua IKA UINSA Cabang Sumenep. Pengukuhan dilakukan bersama pengurus IKA UINSA Cabang se Madura, bertempat di Sumenep, 2017 lalu.

Usai pelantikan, Cak Imam bersama keluarga dan pengurus IKA UINSA se Madura, berlibur ke Objek wisata kesehatan. Pulau Oksigen, Giliyang.

Sejak itu, saya tak lagi bersua. Tiba-tiba dengar di tivi dan ramai di grup wa, Cak Imam jadi tersangka hasil pengembangan kasus suap dana hibah Koni yang ditangani KPK.

Semoga…apa yang menjadi ujian Cak Imam hal terbaik bagi Allah Swt.

Sumenep, 18 September 2019

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Lowongan

DISWAY

Kerapan Sapi

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional