Menu

Inilah Peluang Parpol Lima Besar di Jatim Jika Pileg 2019

  Dibaca : 63 kali
Inilah Peluang Parpol Lima Besar di Jatim Jika Pileg 2019
Pemilu Serentak 2019
Link Banner
Pemilu Serentak 2019

Pemilu Serentak 2019

MataMaduraNews.comSURABAYA-Lembaga Survey-Alvara Research Center-mensurvei masyarakat Jawa Timur terhadap pilihan partai politik. Survei Alvara ini, semula untuk kepentingan figur dalam Pilgub Jatim 2018. Saat bersamaan dia mensurvei perilaku pemilih Jatim.

Link Banner

“Kami juga melakukan survei terkait popularitas dan elektabilitas partai politik di Jawa Timur,” kata Direktur Alvara Research Center Hasanuddin Ali kepada wartawan di Surabaya, Minggu (24/9/2017).

Bisa jadi, hasil survei Alvara Research Center ini, bisa menjadi acuan bagi mereka yang ingin mendaftar sebagai calon anggota legislatif 2019. Sebab, dari RUU Pemilu yang baru disahkan DPR RI (20/7/2017) menggunakan metode sainte lague murni. Sistem ini dinilai proporsional dan menguntungkan partai dengan perolehan suara besar karena akan mendapatkan lebih banyak kursi. Sedangkan partai dengan perolehan suara kecil tentu akan mendapatkan kursi yang lebih sedikit pula.

Metode sainte lague murni adalah mengonversi suara menjadi kursi. Metode sainte lague dimodifikasi untuk membagi jumlah suara tiap partai di suatu dapil dengan empat angka konstanta sesuai rumus.

Konstanta awalnya dimulai dengan angka 1. Kemudian, akan dibagi dan dilanjutkan dengan angka ganjil berikutnya.

Setelah itu, hasilnya diperingkat sesuai dengan jumlah kursi dalam suatu dapil.

Jika jumlah kursi di dapil tersebut 10, maka akan dibuat 10 urutan.

Metode ini baru diterapkan di Indonesia. Pada pemilu-pemilu sebelumnya, metode yang digunakan adalah metode bilangan pembagi pemilih (BPP).

Metode BPP adalah menentukan jumlah kursi dengan mencari suara per kursi terlebih dahulu.

Caranya, membagi total suara sah dengan total kursi yang ada di suatu daerah pemilihan (dapil).

Link Banner

Metode ini cenderung menguntungkan partai menengah dan kecil. Sebaliknya, partai besar cenderung dirugikan.

Metode sainte lague murni oleh sebagian pihak dinilai lebih adil. Partai dengan perolehan suara besar akan mendapatkan lebih banyak kursi, sedangkan partai dengan perolehan suara kecil tentu akan mendapatkan kursi yang lebih sedikit pula.

Alvara Research Center menggelar survei pada minggu ketiga dan keempat Agustus 2017, dengan menggunakan metode multistage random sampling. Responden yang disurvei sebanyak 1.200 orang yang tersebar secara proporsional di 38 kabupaten dan kota di Jatim. Survei ini mempunyai tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,8 persen.

“Tingkat popularitas tertinggi dipegang PDI Perjuangan sebesar 91,0 persen. Partai Golkar 77,5 persen. PKB 74,9 persen. Demokrat 74,4 persen. Gerindra 64,0 persen. Sedangkan partai lainnya di bawah 60 persen,” ujarnya.

Hasanuddin yang sering mengikuti forum riset pemasaran tingkat internasional di berbagai negara ini menerangkan, tingkat pengenalan PDIP sama tingginya baik di kalangan masyarakat pedesaan maupun perkotaan.

“Sedangkan partai lain lebih terpolarisasi tingkat pengenalannya,” ujarnya.

Ia mencontohkan, pengenalan partai Golkar dan PKB lebih tinggi di masyarakat pedesaan dibandingkan dengan masyarakat perkotaan.

“Berbeda dengan Demokrat, yang lebih dikenal di masyarakat perkotaan dibandingkan dengan pedesaan,” tuturnya.

Jika pemilu legislatif digelar pada saat survei, katanya, maka lima besar partai politik pilihan masyarakat Jatim adalah PDIP, PKB, Gerindra, Demokrat dan Golkar. PDIP menjadi partai pemenang di Jawa Timur dengan perolehan suara 26,4 persen. PKB menempati urutan kedua dengan 13,7 persen. Gerindra 13,1 persen. Demokrat 6,6 persen dan Golkar 4,7 persen.

“Sedangkan partai lainnya seperti NasDem medapatkan 2,4 persen. PPP 1,5 persen. PAN, PKS, Perindo masing-masing 0,8 persen. Hanura 0,3 persen,” terangnya sambil menambahkan, responden yang belum menentukan pilihan sebesar 28,1 persen.

Hasanuddin menambahkan, peta partai politik ini masih sangat cair. Menurutnya, menjelang pemilu legislatif, perubahannya akan sangat terasa.

“Karena kader partai, terutama yang menjadi caleg akan sangat gencar turun ke masyarakat, sehingga bisa mengubah peta,” tandasnya.

Link Banner

sumber: kompas dan detiknews

Link Banner
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Jejak Ulama

Tasawuf

Kategori Pilihan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional