Menu

Karapan Sapi Probolinggo Ditolak Ikuti Piala Presiden?

  Dibaca : 249 kali
Karapan Sapi Probolinggo Ditolak Ikuti Piala Presiden?
Suasana rapat Piala Presiden Karapan Sapi di Rumah Makan Ramayana Bangkalan Foto / Agus, Mata Bangkalan
Link Banner

MataMaduraNews.com – BANGKALAN – Piala Presiden Karapan Sapi di Madura tinggal menghitung bulan. Rencananya akan digelar pada bulan Oktober 2017 mendatang. Kabarnya,  Kabupaten Probolinggo ingin ikut serta  dalam perhelatan tersebut. Sayang, keinginan mereka ditolak oleh paguyuban karapan sapi yang ada di Bangkalan.

Baca Juga: Mengenal Ra Fahad, Sang Milioner Bangkalan

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya  (Disparbud) Kabupaten Bangkalan, Lily Setiawaty mengatakan, hal itu merupakan permintaan dari Probolinggo sendiri untuk bisa mengikuti Piala Presiden. Kabar tersebut didapat dari pihak Badan Kordinasi Wilayah (Bakorwil) yang ada di Kabupaten Pamekasan. “Namun Bakorwil tidak bisa memberikan keputusan, makanya dikembalikan ke wilayah masing-masing,” jelasnya saat menghadiri rapat beserta tokoh karapan sapi  di Rumah Makan Ramayana Bangkalan, Selasa (28/03/2017).

Lanjutnya, Bakorwil memberikan waktu kepada masing-masing kabupaten untuk mengambil keputusan tentang keinginan Probolinggo itu. “Ya, makanya saya ucapkan terima kasih kepada bapak-bapak sekalian yang telah melungkan waktu untuk hadir ditengah-tengah kesibukan,” pungkasnya.

Baca Juga: Membludak, Ratusan Pasutri Ikuti Sidang Itsbat Nikah Massal PCNU Bangkalan

Tokoh karapan sapi yang hadir seperti H. Gazali, Kawedanan kota Bangkalan mengatakan, dirinya beserta paguyuban yang ada di Kabupaten tidak berhak untuk menolak permintaan dari Probolinggo itu. Namun, hanya saja  harus mengikuti prosedural yang diterapkan sebelum memutuskan untuk menerima. “Misalkan diadakan event terlebih dahulu dengan mereka sebagai percobaan, takutnya nanti terjadi masalah yang bisa berakibat fatal,” ujarnya.

Selain itu, H. Miun, Kapten Paguyuban Karapan Sapi Junior Bangkalan mengatakan,  Bakorwil harus melakukan banyak pertimbangan sebelum mengambil keputusan. Menurutnya, banyak perbedaan antara karapan sapi yang ada di Madura dengan yang di Probolinggo. “Jadi untuk saat ini saya pribadi belum bisa menerima permintaan Probolinggo tersebut, karena kami kita punya adat dan alam yang berbeda,” katanya.

Baca Juga: Mengenal Saidah; Perempuan Desa Yang Aktif di Dunia Organisasi

Sementara itu, H. Moh. Tohir kawedanan Socah yang juga turut hadir menuturnkan,  masalah ini hanya masalah miskomunikasi. Menurutnya, jika pihak karapan sapi probolinggo mau koordinasi sebelumnya dengan semua tokoh yang ada di Bangkalan pasti tidak akan terjadi masalah seperti ini. “Disini madura, masyarakatnya lebih mengutamakan ego, kalau misalkan tidak pamit dulu masuk kerumahnya orang kan salah, jadi harus di koordinasikan dulu,” pungkasnya.

Reporter: Agus, Mata Bangkalan

Editor: Syahid

KOMENTAR

2 Komentar

Link Banner
Link Banner Link Banner

Jejak Ulama

Kategori Pilihan

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional