Menu

Kekeringan di Musim Hujan? Ini Jawaban Misteri di Larangan Dalam, Pamekasan

  Dibaca : 153 kali
Kekeringan di Musim Hujan? Ini Jawaban Misteri  di Larangan Dalam, Pamekasan
Kades Larangan Dalam (pakai sarung Dan kopya) sedang menunjukkan penggarapan bor yang sedang lakukan untuk menjadi solusi foto/Hasib, Mata Pamekasan
Link Banner
Kades Larangan Dalam (pakai sarung Dan kopya) sedang menunjukkan penggarapan bor yang sedang lakukan untuk menjadi solusi foto/Hasib, Mata Pamekasan

Kades Larangan Dalam (pakai sarung Dan kopya) sedang menunjukkan penggarapan bor yang sedang lakukan untuk menjadi solusi
foto/Hasib, Mata Pamekasan

MataMaduraNews.comPAMEKASAN – Belakangan ini, ramai soal misteri kekeringan yang bertepatan pada musim hujan di tiga dusun Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. MataMaduraNews.com menyelami mulai kemarin sampai hari ini. Jawabannya ada di pengeboran milik H. M (inisial).

Sontak dibicarakan oleh wraga pengeboran yang dilakukan H. M membuat dua puluh titik mata air (sumur dan bor) mati. Diperkuat lagi laporan dari Unzilatur Rahmah kepada MataMaduraNews.com lewat facebook. Unzilatur mengatakan, pengeboran yang dilakukan tepat di mata air utama. Jadi semua air mengalir ke sumur bor tersebut.

“Itu penyebabnya, ada warga lain (red, H. M) yang ngebor air pas ketepatan di aliran utama air. Ya akhirnya semua sumber air di sekitarnya mengalir ke sumur bor yang baru itu,” tulisnya, Rabu (25/01/2017) menjawab berita MataMaduraNews.com.

Berita Terkait Baca: Misteri !!! Musim Penghujan, Tiga Dusun Larangan Dalam Ngalami Kekeringan

Penyebab tersebut sama dengan penjelasan Kepala Desa (Kades) Larangan Dalam, Saliman.  Pak Kades  menjelaskan kepada MataMaduraNews.com akar masalah diakibatkan pengeboran baru milik H.M. Penguat dugaan tersebut, salah satu pengebor menceritakan kepada Kades Saliman bahwa ada aliran mata air yang besar saat sudah mencapai  kedalaman 53 meter.

“Selesai pengeboran baru milik salah satu warga sini, beberapa sumur mati. Ada sekitar 20 titik. Kata pengebor, mereka menemukan sungai besar di dalam,” ungkap Saliman kepada MataMaduraNews.com saat ditemui di rumahnya Kamis siang (26/01).

Pria yang sudah memimpin selama dua periode itu membeberkan 20 titik sumur dan pipa boran sudah berada di kedalaman 65 meter sampai 70 meter. Sedangkan milik H. M hanya berada di kedalaman 53. Tapi, letak geografis yang menentukan. Milik H. M berada di dataran rendah dan lainnya tergolong di dataran tinggi.

Beberapa warga dan Kades tadi sudah pagi sudah berkumpul dan membicarakan jalan keluar. Hasilnya, H. M mau menutup hasil pengeboran. Dengan syarat, biaya itu diganti. Total biaya yang dihabiskan sebesar Rp 7 Juta-an.

Untuk saat ini, warga disuruh melakukan pengeboran dan sebagian akan dibantu oleh Saliman. Pada saat ini sudah ada dua titik yang dilakukan pengeboran di Desa Larangan Dalam. Solusi jangka pendek adalah warga bisa meminta air kepada sumur warga yang masih keluar air. Atau bisa mengambil air milik Kades Larangan Dalam.

Reporter: Syahid dan Hasib, Mata Pamekasan

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
Link Banner
Link Banner Link Banner

Jejak Ulama

Kategori Pilihan

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional