Kepala Keuangan Pamekasan Diperiksa KPK, Ini Jawabannya

Taufiqurrahman, Kepala Keuangan Daerah Pamekasan. foto Johar Maknun
Taufiqurrahman, Kepala Keuangan Daerah Pamekasan/dok Mata.

MataMaduraNews.comPAMEKASAN-Kabar sejumlah pejabat Pamekasan diperiksa penyidik KPK, sejak Selasa (15/8/2017) ternyata bukan kabar angin semata. Kabar itu dibenarkan oleh Taufiqurrachman, Kepala Badan Keuangan Daerah Pamekasan. Hanya saja, Taufiq-panggilan akrabnya-membantah jika dirinya diperiksa penyidik KPK di Gedung KPK, JL Kuningan, Jakarta.

“Saya diperiksa penyidik KPK di Mapolda Jatim, mas. Bukan di gedung KPK, Jakarta,” ucap Taufiq, kepada MataMaduraNews.com via telpon, Kamis pagi (17/8/2017).

Taufiq menyebut materi pemeriksaaan seputar pengelolaan keuangan dana desa. “Saya diperiksa terkait dana desa, mas. Bukan yang lain,” sebut  pria asli Pulau Talango, Sumenep ini tanpa menjelaskan panjang lebar materi penyidikan.

Sedangkan Kadis PU Bina Marga, Pamekasan Totok Suhartono saat dihubungi via telpon terdengar  nada dialihkan. Berulangkali dihubungi telpon yang bisa dihubungi juga tidak aktif. Kabar yang santer di kalangan aktivis dan media di Pamekasan, tidak sedikit nomor telpon para pejabat Pemkab Pamekasan yang tidak bisa dihubungi pasca OTT KPK di Pamekasan.

Baca JugaKadis PU Bina Marga Pamekasan Diperiksa KPK, Ada Apa?

Sebagaimana dibertikan, hari Selasa (15/8/2017), ada nama Plt Sekda Pamekasan Mohamad Alwi dan Kepala Badan Keuangan Daerah Pamekasan, Taufiqurrachman yang mendatangi Mapolda Jatim, JL A. Yani, Surabaya (bukan Gedung KPK, JL Kuningan, Jakarta). Keduanya diperiksa sebagai saksi pasca OTT dana desa di Pamekasan oleh penyidik KPK.

Pada hari Rabu (16/8/2017) ada nama Kadis PU Bina Marga Pamekasan, Totok Suhartono dan Rahmat Kurniadi Suroso, Kabag Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Pamekasan yang juga ikut diperiksa penyidik KPK. Menurut informasi yang diterima MataMaduraNews.com, mereka diperiksa terkait dugaan setoran fee dari sejumlah proyek di Pamekasan yang di duga mengalir ke bupati. Keduanya berstatus sebagai saksi.

Dan pada hari Jumat (18/8/2017), ada Lukman Hedimahdia, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM dan Hairul Hidayat Kabag Organisasi Sekda yang akan diperiksa KPK. Keduanya belum diketahui dalam keterkaitan apa diperiksa penyidik KPK pasca OTT suap dana desa di Desa Dasuk, Kecamatan Pademawu.

“Para pejabat Pamekasan itu masih sebagai saksi. Yang pasti itu pengembangan dari OTT kemarin,” jelas sumber yang mewanti namanya tidak disebutkan kepada MataMaduraNews.com.

Johar Maknun, Mata Madura

Tinggalkan Balasan