Menu

Kesuksesan Tasya Laundry Dimulai dari 300 Ribu

  Dibaca : 565 kali
Kesuksesan Tasya Laundry Dimulai dari 300 Ribu
ASLI: Syari menunjukkan logo Tasya Laundry di deretan logo anggota ASLI (Asosiasi Laundry Indonesia) ditemani dua anaknya. (Foto Syari for Mata Madura)
Link Banner

Cerita di balik besarnya Tasya Laundry bisa jadi cermin, usaha tak harus bergantung pada modal. Seperti dibuktikan Syari, mantan SPG yang berhasil banting setir jadi pengusaha sukses jasa laundry.

ASLI: Syari menunjukkan logo Tasya Laundry di deretan logo anggota ASLI (Asosiasi Laundry Indonesia) ditemani dua anaknya. (Foto Syari for Mata Madura)

ASLI: Syari menunjukkan logo Tasya Laundry di deretan logo anggota ASLI (Asosiasi Laundry Indonesia) ditemani dua anaknya. (Foto Syari for Mata Madura)

MataMaduraNews.comBANGKALAN – Menjalankan sebuah usaha sudah tentu membutuhkan semangat dan mental yang kuat sebagai modal utama. Meski tak dapat dipungkiri modal berupa uang dan fasilitas juga sangat penting, namun jika tidak dibarengi mental tahan banting, modal berupa uang atau fasilitas tidak menjamin kesuksesan dalam menjalankan usaha.

Sebut saja bisnis laundry yang sudah mulai menjamur hingga ke pelosok desa. Usaha ini harus dijalankan secara konsisten, penuh semangat, dan inovasi, sehingga mendatangkan hasil yang diinginkan. Seperti sudah dilakukan oleh Syari Fatun, Owner Tasya Laundry Bangkalan. Dirintis dengan penuh semangat sejak Maret 2014 lalu dengan modal hanya Rp 300 ribu, kini usaha jasa cuci setrika tersebut membuat Syari-sapaan akrabnya, menjadi jutawan dan mampu mempekerjakan 10 karyawan.

Sebelumnya, pengusaha muda itu bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) di salah satu perusahan ternama. Kemudian ia banting setir menjadi pengusaha laundry yang dikenal dengan nama Tasya Laundry yang terpusat di Perum Soka Park, Blok Indah No. 3, Bangkalan dan memiliki layanan jasa antar jemput cucian. ”Nama TASYA adalah nama panggilan anak saya yang pertama yang tidak lain gabungan dari nama suami dan nama saya (Miftah dan Syari). Dengan nama ini, kami yakin usaha yang saya jalani akan terus tumbuh dan berkembang,” ujar perempuan kelahiran 1 November 1987 itu.

Syari menambahkan, ia memulai bisnis laundry dengan bermodal 1 unit mesin cuci hasil beli secara kredit Rp 300 ribu per bulan. Seiring perjalanan waktu dan inovasi layanan yang terus dilakukan terhadap para pelanggannya, awal tahun 2017 sudah memiliki 17 unit mesin dengan 2 cabang. ”Untuk di laundry pusat ada 12 unit mesin dengan rincian, 1 unit setrika uap, 5 unit mesin, 3 unit mesin pengering, 3 unit mesin cuci karpet. Untuk yang di cabang 1, ada 4 unit mesin dengan rincian 2 unit mesin cuci, 1 unit setrika uap, 1 unit mesin pengering, dan khusus untuk cabang 2, 1 unit setrika uap dengan skala besar karena memang diperuntukkan menangani jasa setrika saja,” terangnya.

Berkat inovasi yang terus dilakukan, sambung perempuan berkacamata itu, Tasya Laundry saat ini tidak hanya melayani cuci kiloan saja. Namun, cuci satuan (dry clean), sepatu, tas, helm, boneka, karpet, sofa, springbed dan jasa salon interior mobil. Bahkan, Tasya Laundry sudah menjadi anggota ASLI (Asosiasi Laundry Indonesia).

Tasya Laundry juga sudah membuka kemitraan Jasa Setrika Uap. Jadi kalau ada orang berkosultasi ingin buka usaha dengan modal minim, saya sarankan untuk membuka jasa setrika uap atau menjadi agen Tasya Laundry jika ada di wilayah kota Bangkalan,” ungkapnya.

Kini, mitra khusus jasa layanan jasa setrika uap Tasya Laundry sudah tersebar di sejumlah kecamatan di tiga kabupaten di Madura. Di Sumenep sudah ada 2 orang, Sampang 3 orang, Bangkalan 9 orang, salah satunya di Inkubator Bisnis (Inbis) UTM Bangkalan. ”Untuk di luar Madura yang sudah buka layanan jasa setrika uap ada di Perum Citra Harmoni Sidoarjo dan Mojokerto,” pungkasnya.

| hasin/rafiqi

Link Banner
Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
Link Banner
Link Banner

Jejak Ulama

Kategori Pilihan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional