Menu

KH Moh Asy’ari Mz, Tokoh Sumenep Award 2017 Kategori Tokoh Agama

  Dibaca : 246 kali
KH Moh Asy’ari Mz, Tokoh Sumenep Award 2017 Kategori Tokoh Agama
KH Moh. Asy'ari Mz, Tokoh Agama dalam Sumenep Award 2017.
Link Banner

DEDIKASIKAN HIDUP UNTUK MASYARAKAT

MataMaduraNews.comSUMENEP-KH Moh Asy’ari adalah adik kandung Alm KH. A Zubairi Mz pengasuh Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin Desa Gapura Timur, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep. Ia dikenal dengan kesederhanaannya dan selalu aktif berkhidmat di NU dan PKB yang selama ini menjadi pilihan hingga di usia senja sekarang ini.

Kiai Asy’ari, demikian dikenal masyarakat, lahir di Sumenep pada tanggal 09 Juli 1931. Pendidikannya ditempuh di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk dari tahun 1949 – 1954. Waktu itu, Annuqayah diasuh oleh KH Moh. Ilyas Syarqawi.

Warga Dusun Battangan, Desa Gapura Timur tersebut adalah seorang kiai yang istiqamah dalam mendedikasikan dirinya untuk masyarakat. Kepeduliannya pada pendidikan, membuat Kiai Asy’ari membidani langsung berdirinya sejumlah lembaga pendidikan. Seperti Nasy’atul Mutaallimin Candi, Kecamatan Dungkek dan Nasy’atul Muta’allimin II di Desa Andulang yang sekarang berganti nama menjadi Nurul Anwar. Prinsipnya yang kokoh membuat Kiai Asy’ari tidak pernah takut terhadap resiko apapun yang menjadi pilihannya. Semangatnya yang gigih membuat langkahnya berkhidmat untuk NU dan masyarakat tidak pernah letih dan tertatih.

Musytasayar MWC NU Gapura ini adalah ulama sepuh yang selalu mengajarkan kedisiplinan dan keteladanan dalam hidup bermasyarakat. Hampir semua kiai dan ulama di Gapura dan timur daya umumnya adalah santrinya. Namun begitu, Kiai Asy’ari tetap tawadlu’ dan sederhana dengan kegiatan sehari-hari bertani dan memperbaiki mesin karena memiliki keahlian dalam bidang mesin dan bangunan. Keterampilan lain yang juga dimiliki tokoh agama ini adalah menjahit.

Sepulang dari mondok di Ponpes Annuqayah, Rais Syuriah MWC NU Gapura (1995 – 2005) ini menikah dengan Nyai Junaidah binti Zabur, putri dari seorang guru sufi kiai-kiai Gapura, pada 1955. Bersama istrinya, ia merintis pondok pesantren Al-Marzuqi dan Madrasah Diniyah Al-Marzuqi di Dusun Battangan, Desa Gapura Timur, Kecamatan Gapura yang diasunya hingga sekarang.

| Tim Penilai Sumenep Award 2017 Kategori Tokoh Agama

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
Link Banner
Link Banner
Link Banner Link Banner

Kategori Pilihan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional