Kiai Busyro: Parpol di Sumenep Tidak Semata Berebut Kue Pembangunan, Tapi…..

Ribuan warga Sumenep hadiri Doa Parpol Sumenep untuk Rohingnya foto: Taufik/Mata Madura
Ribuan warga Sumenep hadiri Doa Parpol Sumenep untuk Rohingnya
foto: Taufik/Mata Madura

MataMaduraNews.comSUMENEP-Ada yang menarik dari acara doa bersama untuk penderita muslim etnis Rohingnya, Myanmar di depan Masjid Jamik, Sumenep, Sabtu malam (9/9/2017).

Apa itu? Sejumlah Pimpinan Partai Politik berkumpul menggelar doa bersama dan menggalang dana untuk membantu tragedi kemanusiaan yang menimpa muslim etnis Rohingnya, Myanmar.

Para pimpinan Partai Politik yang memiliki wakil di DPRD Sumenep itu duduk bersama di atas panggung seakan tanpa sekat. Mereka meninggalkan baju partai untuk misi kemanusiaan. Dan pemandangan ini terlihat indah pasca Pilkada Sumenep 2015.

Terlihat, Ketua PKB; KH A. Busyro Karim, Ketua PDI-P; Decky Purwanto, Ketua Golkar; Iwan Budiharjo, Ketua PKS; Rimbun Hidayat, Ketua PBB; Nurul Anwar, Utusan PPP; A. Salim, Hanura; M Ramzi, PAN; Dwita Anggraini, Ketua Demokrat; Sungkono Sidik.

Usai melantunkan doa bersama yang dipimpinan KH Taufuqurrahman FM dan KH Muzakki, giliran Ketua PKB Sumenep, KH A. Busyro Karim memberi sambutan. Di awal sambutan, Bupati Sumenep ini, menyampaikan banyak terimakasih atas kehadiran ribuan warga Sumenep dalam acara doa bersama dan penggalangan dana untuk tragedi muslim Rohingnya.

Ucapan terimakasih khusus disampaikan Kiai Busyro kepada para pimpinan Partai Politik di Sumenep yang sudi berkumpul bersama-sama di acara kemanusiaan.

“Doa Partai Politik di Sumenep untuk Rohingnya ini, ingin memberi pesan kepada Indonesia bahwa Partai Politik tidak selalu identik berebut kue pembangunan. Dalam misi kemanusiaan yang menimpa muslim etnis Rohingnya juga perlu menjadi perhatian bersama oleh pimpinan Partai Politik,” terangnya yang disambut aplaus ribuan warga yang memadati halaman Masjid Jamik Sumenep.

FB_IMG_15049731106896356Dalam koteks kemanusiaan, kata Kiai Busyro, para pimpinan Partai Politik di Sumenep bisa bersatu. Tidak lagi menoleh kepentingan warna partai. Sehingga lahir gagasan doa bersama yang tercetus dalam pertemuan bersama pimpinan partai politik pada hari Kamis (7/9/2017) lalu.

“Dalam tempo singkat kegiatan ini bisa terlaksana secara memuaskan, tentu tidak lepas dari dukungan sejumlah pengurus partai, para santri dan sejumlah ASN untuk mempersiapkan acara dan menghadiri acara doa bersama ini. Saya mengucapkan banyak terimakasih. Dan kegiatan ini baru pertama di Jawa Timur, para pimpinan partai politik bisa berkumpul bersama untuk acara kemanusiaan,” sambungnya.

Dalam koteks kerukunan antar umat beragama sudah berlangsung ratusan tahun di Sumenep. Kiai Busyro menunjuk di Desa Pabian dalam satu dusun ada tiga rumah ibadah yang berdempetan. Pemeluknya bebas melaksanakan ritual agama sesuai keyakinannya.

“Di tempat itu, ada Masjid, Gereja dan Klenteng yang umurnya lebih dari dua ratus tahun. Pemeluknya bebas melaksanakan ibadah sesuai keyakinannya hingga saat ini. Dari Sumenep, kota kecil di ujung timur Pulau Madura, mari sampaikan hidup damai antar umat beragama,” pesannya diakhir sambutan.

20170909_194222
Hambali Rasidi, Mata Madura

Tinggalkan Balasan