Menu

Luar Biasa, Ini Salah Satu Strategi DWP  Tingkatkan Kualitas SDM Sumenep

Luar Biasa, Ini Salah Satu Strategi DWP  Tingkatkan Kualitas SDM Sumenep
Pengurus DWP Sumenep saat melihat peserta pelatihan rajut. (matamadura.rusydiyono)
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-Untuk meningtingkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kaum perempuan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sumenep adakan Pelatihan Merajut.

Pelatihan Merajut bagi para isteri Aparatur Sipil Negara (ASN) golongan I dan II, warga binaan dan siswa SLB, ditempatkan di Sekretariat TP PKK Sumenep, Selasa (10/09/2019).

Ketua DWP Kabupaten Sumenep, Chosnul Chotimah Edy Rasiyadi menjelaskan,  pelatihan merajut bagi isteri ASN golongan I dan II yang segera purna tugas, warga binaan pemasyarakatan dan SLB itu merupakan kegiatan pertama DWP.

Adapun peserta Pelatihan Merajut ini berjumlah 61 orang,  terdiri dari isteri ASN sebanyak 48 orang, warga binaan sebanyak 8, dan SLB sebanyak 5 orang.

“Tujuan pelatihan itu sendiri, tidak lain sebagai upaya meningkatkan kemampuan perempuan agar pintar, kreatif dan inovatif, apalagi saat ini sudah memaauki era 4.0,” terangnya.

Dikatakan, alasan melibatkan warga binaan dan SLB, karena permintaan lembaga yang bersangkutan untuk mengikuti program peningkatan SDM.

Selanjutnya, kata Imah-panggilan akrab Ketua DWP, program peningkatan kualitas SDM utamanya isteri ASN dan masyarakat akan dijadikan sebagai kegiatan rutin.

“Kami ingin kembangkan pelatihan membatik dengan pertimbangan Sumenep sebagai kota batik yang kaya dengan beragam motif batiknya,” ujar isteri Sekda Edy.

Sementara itu, Dewan Pembina DWP Sumenep, Nia Kurnia Fauzi mengaku sangat apresiatif dengan kegiatan tersebut. Pasalnya hal itu akan mencetak perempuan-perempuan mandiri dengan kemampuan yang dimiliki.

“Mudah-mudahan pelatihan ini bermanfaat bagi peserta untuk menambah pengetahuan dan wawasan, sebagai upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) terutama keahlian merajut,” ujar isteri Wabup Fauzi tersebut.

Sebab demikian, anggota DPRD Kabupaten Sumenep ini mengajak para peserta pelatihan supaya terus mengembangkan diri. Dan harus memiliki keinginan menjadi pelaku usaha.

“Bagi isteri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang suaminya telah purna tugas, manakala mempunyai usaha pasti bisa membantu kebutuhan keluarga dari usahanya itu, begitu juga warga binaan setelah keluar dari rutan dengan keahlian merajut bisa membuka usaha,” saran Nia.

Rusydiyono, Mata Madura

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Lowongan

Ra Fuad Amin

Kerapan Sapi

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Fans Page

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional