Marak Beredar Uang Palsu, Masyarakat Diminta Berhati-hati

Gambar ilustrasi uang palsu. (foto, Google)
Gambar ilustrasi uang palsu.
(foto, Google)

MataMaduraNews.comBangkalan – Di bulan yang penuh berkah seperti bulan Ramadhan ini masih ada saja oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi. Seperti oknum pengedar Uang Palsu (Upal) yang akhir-akhir ini beraksi di Kabupaten Bangkalan.

Tentu saja hal seperti itu sangat meresahkan masyarakat Bangkalan. Seperti yang dituturkan oleh Moh. Ozy warga desa Labang, Kecamatan Labang, Bangkalan bahwa di daerahnya masyarakat sering menemukan uang palsu. Apalagi menurutnya sejak memasuki bulan Ramadhan. “Iya mas sering uang palsu itu dijadikan transaksi dalam jual beli,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (07/06/2017).

Bahkan ia mengaku sempat menerima uang palsu dari seseorang sebesar 300 ribu rupiah saat transaksi jual beli. Namun untungnya karena ia sudah bisa membedakan antara uang asli dan uang palsu langsung saja uang palsu tersebut dikembalikan ke orangnya. “Kalau uang yang lama itu pasti uang 100 ribu ada kode yang beda, yaitu HHF. Kalau ada kode itu sudah cenderung palsu. Sedangkan pecahan 50 ribuan di pitanya pasti ada ‘BI 50000’. Kalau yang uang baru kertasnya seperti mudah sobek,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha, mengaku bahwa dirinya belum menerima laporan dari masyarakat yang sudah menjadi korban dari peredaran uang palsu. Kendati demikian pihaknya akan merespon keluhan masyarakat terkait peredaran uang palsu tersebut. “Kami sudah menerima arahan dari Kapolri dan Gubernur Bank Indonesia (BI) tentang peredaran Upal dan penanganannya. Jadi saya berharap bagi masyarakat yang menemukan tolong laporkan ke kami,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa peredaran UPAL memang sangat mengganggu perekonomian secara Makro dan Mikro. Oleh karena itu ia meminta agar masyarakat harus paham untuk membedakan uang baru dan uang lama serta uang asli dan tidak. “Tolong hati-hati disitu karena ini sangat meresahkan masyarakat, dan merugikan,” himbaunya.

Agus, Mata Bangkalan

Tinggalkan Balasan