Menu

Mengenal Ajaran Sufi Ra Lilur

Mengenal Ajaran Sufi Ra Lilur
Cover Majalah Mata Madura
Link Banner

matamaduranews.com-BANGKALAN-Belum ada sumber yang menyatakan, siapa guru spiritual Ra Lilur. Lazimnya, biografi para Sufi terdahulu, mayoritas diketahui asal guru spiritualnya.

Setidaknya, para Sufi mendapat bimbingan dari sang syech. Sehingga saat melakukan amaliah dan mujahadah hingga mencapai pengetahuan dan penyaksian tentang Allah SWT (makrifatullah) tak lepas dari bimbingan sang syech.

Seperti, Imam Al-Ghazali yang berguru ke penjahit sepatu, guru adiknya, Ahmad. Dan Ibnu Athaillah yang berguru kepada Syech al-Mursi.

Lalu siapa guru spiritual Ra Lilur? Wallahu ‘alam.

Kendati demikian, Ra Lilur menyimpan ajaran mahabbatullah. Sebagaimana dipraktikkan Sufi perempuan Rabiah Al-Adawiyah dan Jalaluddin ar-Rumi. Rabiah dan Rumi diketahui ajaran-ajaran sufistiknya lewat lantunan syair-syair cinta dan rindu kepada Allah SWT.

Rumi memperkenalkan konsep mahabbah melalui syair-syairnya dalam Matsnawi. Rabiah memperkenalkan mahabbah, dengan syair-syair cinta tanpa judul.

Mahabbatullah, sebuah ungkapan rasa cinta menggebu kepada sang khalik (Allah Swt) setelah melewati jenjang atau tingkatan yang sudah dilalui oleh seorang salik (penempuh jalan Ilahi).

Ra Lilur juga memperkenalkan konsep mahabbah lewat syair Cinta dan Rindu yang sudah popular di masyarakat Bangkalan dan seantero nusantara.

Namun, sampai sekarang tidak ada yang bersedia menafsiri makna isi syairnya. Tentang makna rahasia di balik bait-bait syair tanpa judul itu. Seolah tersimpan rapi makna rindu di setiap kata demi katanya:

 

Apakah salah dosaku

Kau pergi tinggalkan daku

Dulu cintamu padaku

Kini kau abaikan aku

Apakah salah dosaku

Kini kau tinggalkan daku

Dulu kasih mesra kita

Kala cintamu nan murni

Kini ku dalam merindu

 

Apakah salah dosaku

Kini kau tinggalkan aku

Beginilah akhir cinta

Cintamu palsu belaka

Ku terkapar dalam rindu..

 

Sebagai kaum ‘awam, kita hanya bisa menerka bahwa syair Ra Lilur merupakan ungkapan cinta dan kerinduan beliau kepada Sang Ilahi.

Ya… demi berharap Rahmat dan Keridlaan-Nya, selama ini beliau rela mencampakkan semua bentuk rayuan dan godaan dunia. Demi sang kekasih yang dirindu.

Hasin, Mata Bangkalan

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Pelantikan
Link Banner
Link Banner

Catatan

Opini dan Resensi

Fans Page

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional