Menu

Mengenal KH Unais Ali Hisyam: Bacabup PKB di Pilkada Sumenep 2020

Mengenal KH Unais Ali Hisyam: Bacabup PKB di Pilkada Sumenep 2020
Mari Elka Pangestu, mantan Menteri Perdagangan Indonesia terlihat begitu akrab dengan Kiai Unais saat kunjungan kerja di Sanghai (Foto for Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.com-SUMENEP– KH Muh. Unais Ali Hisyam sedang menjadi salah satu figur yang diperbincangkan sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) dari PKB di Pilkada Sumenep 2020. Selain nama Kiai Unais, ada KH Imam Hasyim, Ketua DPC PKB Sumenep. Lalu ada Nurfitriana Busyro dan Novi Sujatmiko, yang juga popular dalam Polling Bacabung PKB Sumenep yang digelar Mata Madura versi Online.

Kiai Unais putra KH Ali Hisyam bin Aliwafa. Ayahnya semasa muda juga menjadi salah satu poilitisi NU yang diperhitungkan. Beliau menjadi anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Partai NU.

Keterlibatan Kiai Unais di panggung politik setelah PKB lahir dari Rahim NU. Awalnya, Kiai Unais tak terbesit dalam benak pikirannya untuk menjadi politisi. Sejak muda dia sudah mondok di Rubath Syaikh Isma’iel, Makkah. Terbayang cita-cita untuk menekuni dunia pendidikan dan dakwah.

Tapi, jalan hidup berkata lain. Cucu sang Mursyid Tharikat, KH. Aliwafa Muharrar ini, baru bisa menerima desakan  para Kiai NU agar bergabung di PKB. Jabatan yang dia emban adalah Wakil Ketua DPC PKB Sumenep.

Sejak itu, Kiai Unais mulai tersita pikiran dan tenaga untuk mengurus politik. Hingga PKB menjadi pemenang mutlak di Sumenep dengan raihan 25 kursi dari 40 kursi yang diperebutkan. 5 kursi milik ABRI di tahun 1999.

Duduk di gedung parlemen Sumenep, 1999, usia Kiai Unais tergolong belia, umur 26 tahun. Konon, KH Ali Hisyam ayah Kiai Unais juga berumur sama ketika menjadi anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Partai NU.

Menjabat dua periode sebagai anggota DPRD Sumenep (1999-2009) semakin menempa insting politik. Pada Pileg 2009, Kiai Unais terpilih anggota DPR RI dari PKB, Dapil Madura hingga saat ini. Saat di senayan, Kiai Unais menjabat Ketua DPC PKB Sumenep.

Kendati sibuk di dunia politik, tanggung jawab mengasuh para santri di Pondok Pesantren Ahlussunnah Wal Jamaah Ambunten, Sumenep tetap menjadi prioritas. Di pesantren inilah, sang kakek KH Aliwafa Muharrar mentrasfer ilmu-ilmu makrifatullah kepada para ikhwan dan akhwat.

Peran ganda Kiai Unais di kancah politik nasional memberi warna beda. Menjabat politisi Senayan, 2009-2014 dan 2018-2019. Sisi bersamaan menjadi pengasuh pesantren.

Warna politik religius kebangsaan selalu memantul setiap menjalankan tugas-tugas parlemen. Seperti, ketika di Komisi VI DPR RI,  bermitra dengan Kementerian Perdagangan, Perindustrian, BUMN. Penguasaan materi Kiai Unais saat sidang selalu menjadi “bintang” Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan para menteri.

Begitupun saat periode akhir, Kiai Unais pindah ke Komisi II. Komisi yang membidangi politik dan pemerintahan. Kiai Unais menjadi salah satu Panja RUU Desa yang kemudian disahkan pada tahun 2014.

Di mata koleganya, Kiai Unais tergolong politisi yang nyaman berkomunikasi dengan siapapun. Gaya bicaranya yang santun, ditambah retorika yang renyah, menjadi ciri khasnya dalam berbicara dengan semua orang.

Kiai Unais selalu memberikan ruang kepada siapa saja yang menghubunginya. Ramah dan menghargai orang, menjadi salah satu ciri khas dari keperibadian Kiai Unais.

Saat ditanya sejumlah media, politisi PKB ini mengaku mendapat mandat dari partai untuk ikut bertarung diajang Pilkada Sumenep 2020.
”Sebagai partai terbesar di Kabupaten Sumenep, sangat disayangkan kalau PKB hanya mengusung wakil bupati saja,” ujarnya kepada media, Minggu (16/06/2019).

Jika terpilih sebagai Bupati Sumenep, Kiai Unais berjanji akan melakukan pembenahan besar-besaran diberbagai hal. Pertama, pengentasan kemiskinan. Kedua, sistem dunia pendidikan.

”Saya akan membenahi program pengentasan kemiskinan dan sistem pendidikan. Selain itu akan ada pula pembenahan pada infrastruktur pemerintah, baik di daratan maupun kepulauan,” ungkapnya.

(Diolah dari berbagai sumber)

Hambali Rasidi, Mata Madura

Biografi

Nama: MUH. UNAIS ALI HISYAM

Lahir:  Dusun Jungtoro’ Laok Desa Ambunten Timur, di PP Ahlussunnah Wal Jamaah, Ambunten, Sumenep.

Tanggal Lahir: 14 Desember 1973

 

 

Bagikan di sini!
KOMENTAR

1 Komentar

  1. RUDI Rabu, 17 Juli 2019

Pelantikan
Link Banner
Link Banner

Catatan

Opini dan Resensi

Fans Page

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional