Menu

Mengenal Saidah; Perempuan Desa Yang Aktif di Dunia Organisasi

Mengenal Saidah; Perempuan Desa Yang Aktif di Dunia Organisasi
Link Banner

SAIDAHMataMaduraNews.comBANGKALAN-Masyarakat pedesaan biasanya tidak terlalu peduli dengan pendidikan dan organisasi. Apalagi bagi kaum perempuan. Stigma orang desa biasanya setelah lulus sekolah langsung menikah. Sangat sedikit perempuan-perempuan di desa yang paham tentang pentingnya pendidikan dan organisasi.

Namun mindset tersebut ditolak Saidah. Gadis Desa Kokop, Kecamatan Kokop, Bangkalan ini memiliki pandangan beda. Menurutnya, dunia pendidikan merupakan suatu hal yang penting untuk bisa ikut mengembangkan potensi desa.

Link Banner

“Iya memang masyarakat desa sekarang kurang begitu paham tentang pentingnya dunia pendidikan,” ujarnya saat ditemui MataMaduraNews.com, Jumat (24/03/2017).

Selain dunia pendidikan, ada yang dianggap lebih penting bagi perempuan yang kini sedang kuliah di Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Apa? Dia menyebut ikut aktif di organisasi. Karenanya, sejak mengenyam di bangku SMP ia telah mengenal yang namanya organisasi. “Waktu SMP saya sudah bergabung di OSIS,” imbuhnya.

Baru setelah lulus SMP dan masuk ke ke SMK dia mulai aktif di Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Ketika itu, ia langsung di daulat menjadi Pengurus Anak Cabang (PAC) Kecamatan Kokop perioda 2010 – 2012. “Ya mungkin itu berkat dari pengalaman saya di organisasi sebelumnya,” jelas gadis keliharan 13 Juni 1994 itu.

Pengalaman organisasinya terus berkembang. Terbukti setahun kemudian sebelum masa jabatan habis di PAC IPPNU Kokop, ia terpilih menjadi Ketua 1 Pengurus Cabang (PC) IPPNU Bangkalan periode 2011 – 2013.

Tak sampai disitu, pada tahun 2014 ia pun terpilih menjadi Ketua Umum PC IPPNU Bangkalan. “Alhamdulillah teman-teman percaya kepada saya waktu itu. Ya saya harus laksanakan dengan baik karena itu merupakan amanah,” tutur perempuan jurusan Ekonomi Pembangunan UTM Semester 6 tersebut.

Setelah masa jabatan sebagai Ketua Umum PC IPPNU Bangkalan selesai, ia menjabat sebagai Koordinator departemen jaringan dan informasi Pengurus Wilayah IPPNU Jawa Timur periode 2016 – 2019. Selain itu kini ia juga menjabat sekretaris pada Lembaga Perlindungan Anak Dan Pemberdayaan Perempuan (LPAPP) Bangkalan.

“Saya memang senang berorganisasi. Karena dapat banyak pengalaman, pendewasaan diri dan juga dapat mengembangkan pola berpikir,” pungkas wanita yang punya motto “No gain Without pain” itu.

Agus, Mata Bangkalan

 

Bagikan di sini!
KOMENTAR

2 Komentar

Catatan

Opini dan Resensi

Fans Page

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional