Momentum Kemerdekaan, Penjual Bendera di Sumenep Raup Omzet Jutaan

Tania, salah seorang penjual bendera di Jl. KH. Sajjad, Bangselok, Sumenep, sedang melayani salah satu pembeli. (Foto Mizan for Mata Madura)
Tania, salah seorang penjual bendera di Jl. KH. Sajjad, Bangselok, Sumenep, sedang melayani salah satu pembeli. (Foto Mizan for Mata Madura)

MataMaduraNews.comSUMENEP –  Momentum Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di bulan Agustus 2017 ini dijadikan ladang penghasilan oleh para penjual bendera. Setiap hari, puluhan penjual yang berderet di sepanjang Jl KH Sajjad, Bangselok, Sumenep misalnya, bisa meraup keuntungan hingga jutaan rupiah.

Menjadi penjual bendera pusaka jelang peringatan HUT Kemerdekaan RI memang banyak dilakukan. Pasalnya, bisnis musiman ini terbilang mudah untuk meraup banyak keuntungan.

Laku kerasnya jualan bendera ini misalnya diungkapkan Tania. Penjual bendera asal Garut, Jawa Barat itu menyatakan, rata-rata pendapatan yang diperolehnya setiap hari berkisar Rp 1 – 1,5 juta.

“Bahkan lebih dari itu, sesuai hari,” ujarnya, saat ditemui MataMaduraNews.com, Selasa (01/08/2017).

Dalam jangka waktu satu minggu, sambung Tania, omzet rata-rata bisa mencapai Rp 10 juta. Sebab dalam kondisi sepi sekalipun, hasilnya tetap lumayan besar.

“Saya tiap hari tidak kurang dari 1 juta, Mas. Itupun kalau pembeli lagi sepi,” tuturnya.

Menurut Tania, menjual bendera di momen Kemerdekaan RI seperti saat ini akan meraup keuntungan besar. Karena itulah, meski masih sekadar mendapat persenan dari pemilik usaha bendera, ia tak keberatan.

Ada berbagai macam jenis berdera yang ditawarkan para penjual pada momentum HUT Kemerdekaan RI ke-72 ini. Seperti Bendera Merah Putih ukuran standar, Bendera Panjang dengan Lambang Kuda Terbang, dan lainnya. Harga satu bendera pun juga beragam. Mulai dari kisaran harga Rp 15 ribu sampai Rp 200 ratus ribuan.

“Sejak seminggu yang lalu, saya sudah berjualan. (Awalnya) masih sedikit pembeli. Hari ini sudah mulai ramai, hingga penjualan meningkat,” aku Sumarna.

Penjual bendera yang juga asal Garut itu menyatakan, setiap hari bisa menjual kurang lebih 23 helai bendera. Yang paling diminati, menurutnya, bendera di kisaran harga Rp 35 – 70 ribuan.

“Kami biasa membeli bendera di Kota Sumenep. Di samping murah, juga banyak macamnya,” kata Wahli, yang ditemui MataMaduraNews.com sedang membeli sebuah bendera.

Reporter: Mizan | Editor: Rafiqi, Mata Madura

Tinggalkan Balasan