Menu

Murinatul Aini, Peduli Wong Cilik

  Dibaca : 196 kali
Murinatul Aini, Peduli Wong Cilik
Murinatul Aini, sosok perempuan peduli kaum kecil asal Pamekasan, Madura. (Foto for Mata Madura)

MataMaduraNews.comPAMEKASAN-Kunci mendapatkan adalah memberi. Semakin banyak berbagi, maka semakin deras rezeki dan tabungan akhirat. Namun, tidak mudah menemukan seseorang yang memiliki hati mulia demikian, yang rela meluangkan hartanya demi orang lain ketimbang dinikmati sendiri. Seperti tergambar dalam kehidupan Murinatul Aini.

Ya, perempuan yang akrab disapa Aini tersebut mencoba untuk tidak terlena dengan keindahan duniawi. Sejak lama, ia terus menghabiskan waktu hanya untuk membantu kaum-kaum yang hidup tidak sewajarnya. Terutama selama 2017, perempuan berusia 28 tahun itu sudah melakukan bedah rumah sebanyak 6 kali. Menginjak bulan terakhir di tahun ini, target untuk bedah rumah yang ke-7 sudah ada.

”Selama tahun 2017 sudah ada 6 rumah, tadi siang persemian bedah rumah yang terakhir,” katanya saat ditemui Mata Madura di salah satu kafe Kabupaten Pamekasan, 19 November petang.

Hebatnya, single parent tersebut tidak hanya melakukan bedah rumah, namun peduli juga terhadap anak yatim, kaum duafa, dan orang yang kesehatannya terganggu. Ia memiliki list untuk orang-orang yang butuh akan sentuhannya setiap hari. Sedangkan khusus untuk hari Jumat, ia akan keliling Bumi Gerbang Salam membagikan makanan bagi yang tidak termasuk list-nya.

Kepedulian Aini pun tidak hanya untuk Kota Pendidikan, tapi kabupaten-kabupaten seperti Sumenep dan di luar Pulau Garam tidak lepas dari sentuhannya. Khusus kabupaten-kabupaten yang ada di luar Pulau Madura ia agendakan setiap bulan sekali.

Aini menganggap percuma hidup mewah kalau tidak peduli sekitar yang membutuhkan pertolongan. Katanya, eksistensi di dunia tidak akan terlihat dan dirasakan oleh orang lain. Tetapi, kebiasaannya itu bukan karena buah dari kesombongan. Gaji yang dimiliki saja kini masih di bawah UMKM Kota Berteman. Hanya berkat keinginan yang kuat dan restu Sang Penciptalah tujunanya bisa tercapai.

”Hmm, gaji saya. Gaji saya masih di bawah UMKM Pamekasan, tapi berkat Allah bisa. Saya memulai dari diri sendiri. Ada 5 juta, iya jalan. Nanti pasti ada orang yang digerakkan hatinya untuk join,” beber Aini saat ditemui di rumahnya 01 Desember malam.

Memang, kepedulian Aini kepada kaum kecil bukanlah tiban. Janda kembang yang tinggal di Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu itu membocorkan, kebiasaannya sudah dimulai sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Habitual action itu merupakan warisan almarhum bapaknya.

”Ini berkat almarhum bapak. Saya bisa seperti ini merupakan buah didikannya. Saya juga suka membaca buku-bukunya. Ia inspirator saya,” tegasnya pada Mata Madura.

”Sejak dulu sudah tertanam: apa yang saya makan dan nikmati, orang lain (harus nikmati) juga,” sambungnya.

| syahid

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
bprs-wtp-matamadura
opd-matamadura

Kategori Pilihan

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional