Nora Fitriyah Jadikan Modelling Sebagai Syiar Agama

Nora Fitriyah, Peraih Juara III Kategori C Touch of Batik dalam ajang Model Hunt 2017 di Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto Nora for Mata Madura)
Nora Fitriyah, Peraih Juara III Kategori C Touch of Batik dalam ajang Model Hunt 2017 di Jakarta, beberapa waktu lalu.
(Foto Nora for Mata Madura)

MataMaduraNews.comPAMEKASAN – Dunia model biasanya identik dengan dunia gemerlap. Tapi, gadis yang sebentar lagi memasuki dunia kampus ini justru ingin membuktikan, dunia model bukanlah dunia gemerlap, apalagi dunia yang bahkan dianggap jauh dari nilai-nilai agama.

”Abi (Ayah, red) mengajarkan pada saya bahwa saya harus mampu menjadikan dunia modelling sebagai ajang syiar Islam,” ungkap Nora Fitriyah membuka pembicaraan dengan Mata Madura di rumahnya, di Jl Sersan Mesrul Pamekasan, Kamis, 20 Juli lalu.

Anak pertama dari pasangan Habib Amin Jakfar dan Reza itu mengaku tak ada kendala besar untuk aktif di dunia model. Sebab, meski keluarganya sangat fanatik terhadap agama, abi-nya sangat bijak. Katanya, Islam itu membutuhkan syiar.

”Jika kita meyakini bahwa berhijab itu wajib, maka wajib pula kita  untuk menyebarkan semangat berhijab di  berbagai kalangan,” ujar alumni MAN 1 Pamekasan tersebut mengutip nasihat abi-nya.

Masih dari Habib Amin Jakfar, Nora-panggilan dara manis itu, menyatakan jika dunia modelling tidak diisi dengan orang-orang baik yang punya komitmen agama yang kuat, maka  orang-orang yang komitmen agamanya lemah yang akan mengisinya. Oleh karena itu, ia sangat yakin dengan keputusannya memilih aktif di dunia model.

Aktivitas di dunia model, kata Nora, sebenarnya tidak terlepas dari peran umi-nya yang seorang fashion designer. Bahkan selama di atas catwalk, mayoritas busana yang digunakan adalah desain umi-nya. Dan berkat busana itu pula, Nora berhasil meraih Juara III Kategori C Touch of Batik dalam ajang Model Hunt 2017 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Peraih Juara I Kategori C Touch of Batik dalam ajang Model Hunt Jawa Timur tersebut merasa bangga dengan prestasinya. Bukan hanya karena menjadi juara, tetapi bisa ikut serta menganggkat batik tradisional Madura ke ajang yang bergengsi telah menjadi kebanggaan lain yang tak bisa diumpamakan.

Nora berharap, kemenangannya bisa membuat nilai batik Madura bisa lebih terangkat di mata masyarakat Indonesia. Dan yang membuat model pandai mengaji tersebut lebih bangga lagi, ia bisa membuktikan bahwa berhijab bukan halangan untuk aktif di dunia model dan berpestasi hingga tingkat nasional.

| johar/rafiqi

Tinggalkan Balasan