Orator Cantik GMNI Warnai Aksi Di Gedung Dewan

Fitriana saat menyampaikan orasinya di depan Ketua DPRD Bangakalan. (foto, Agus)
Fitriana saat menyampaikan orasinya di depan Ketua DPRD Bangkalan.
(foto, Agus)

MataMaduraNews.comBangkalan – Peduli pendidikan, puluhan aktifis yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bangkalan mendatangi gedung DPRD setempat, Kamis (18/05/2017). Tujuan mereka untuk meminta pihak legislatif untuk mengawal sistem pendidikan yang ada di Bangkalan yang mereka anggap buruk.

Menariknya dalam aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 Wib itu ada salah satu Orator cantik yang bernama Fitriana ikut memberikan orasi. Dengan semangat menggebu-gebu ia menyampaikan aspirasinya. Salah satunya adalah ia sangat miris dengan tidak meratanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) Guru yang tidak merata. “Ini ada kesenjangan antara pendidikan yang ada di desa dengan yang ada di kota,” teriaknya.

Selain itu ia juga prihatin dengan gaji guru honorer yang sangat sedikit. Menurutnya gaji guru honorer tidak seberapa, jadi bagaimana bisa mereka fokus untuk mencerdaskan generasi-generasi bangsa. “Kemajuan bangsa itu tergantung dari kecerdasan anak-anak penerus bangsa yang saat sedang menuntut ilmu,” tegasnya.

Oleh karena itu ia mendesak pihak legislatif untuk ikut mengawal permasalahan-permasalahan pendidikan yang ada di Kabupaten Bangkalan. “Saya tegaskan anda sebagai wakil rakyat harus ikut membenahi sistem pendidikan yang ada disini,” lantangnya.

Tiba-tiba suasana berubah menjadi hening ketika mahasiswi berkerudung merah tersebut membentak barisan polisi yang becanda sambil tertawa. “Heh jangan tertawa kalian ini, kita kesini untuk menyuarakan suara-suara rakyat, jadi jangan dianggap kami ini main-main, dengan kalian becanda seperti ini kalian tidak menghargai kami,” ujarnya.

Menanggapi itu Ketua DPRD Bangkalan Imron Royadi yang langsung menemui pendemo mengatakan apa yang disampaikan pendemo sudah ia lakukan. Namun menurutnya ada beberapa item yang menurutnya tidak realistis. “Tanpa mereka minta kita sudah Kawal kok, dan ada sebagian yang tidak realistis seperti pemerataan Guru, itu kan kebijakan pusat, jadi memang benar ada kesenjangan antara yang PNS dengan yang Honorer,” ujarnya.

Agus, Mata Bangkalan

Tinggalkan Balasan