PAUD Wifa Bangkalan, Utamakan Pembelajaran Berkarakter

TOUR: Siswa-siswi bersama guru PAUD Wifa saat melakukan Tour Wisata dalam rangka pelepasan peserta didik tahun ajaran 2016-2017. (Foto Nurpeni for Mata Madura)
TOUR: Siswa-siswi bersama guru PAUD Wifa saat melakukan Tour Wisata dalam rangka pelepasan peserta didik tahun ajaran 2016-2017.
(Foto Nurpeni for Mata Madura)

MataMaduraNews.comBANGKALAN – Untuk memfasilitasi anak-anak usia dini di sekitar lingkungan Pendopo Kabupaten Bangkalan, Siti Masnuri Fuad membuka program pendidikan anak usia dini atau yang lebih dikenal dengan istilah PAUD pada tahun 2007 lalu. PAUD Wifa, begitu istri muda mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin tersebut memberi nama, diharapkan menjadi jalan memenuhi kebutuhan pendidikan di sekitarnya.

”Ide pendirian PAUD Wifa berawal dari ide ibu Siti Masnuri Fuad, istri mantan Bupati Bangkalan saat itu dengan tujuan untuk memfasilitasi anak-anak usia dini di sekitar lingkungan pendopo,” ucap Nurpeni Hidayati mulai bercerita kepada Mata Madura.

Mulai berdiri pada tanggal 7 Mei 2007, awalnya PAUD Wifa hanya memiliki puluhan siswa. Tapi kini, kata Nurpeni, lembaga yang dipimpinnya sudah diminati banyak orang tua untuk menitipkan putra-putri mereka. ”Dulu hanya 20 anak, alhamdulilah sekarang sudah ada 100 siswa yang belajar di sekolah kami,” tutur kepala sekolah perempuan tersebut penuh rasa syukur.

Selain jumlah siswa, juga ada yang berbeda dari PAUD Wifa dengan PAUD pada umumnya di sekitar Kabupaten Bangkalan. PAUD rintisan istri mantan orang nomor satu di Bangkalan tersebut menggunakan pola belajar 7 sentra. Yaitu sentra balok, persiapan, seni, imtaq, sains, cooking class, dan  olah tubuh.

”Setiap pembelajaran masing-masing sentra kita sistemnya moving class (berpindah-pindah ruangan kelas). Yaitu anak-anak berkeliling dari ruangan satu ke ruangan lainnya mengikuti sentra yang telah terjadwal,” jelas Nurpeni, Rabu, 19 Juli lalu.

Dari sekian pola belajar yang diterapkan, PAUD Wifa sangat mengutamakan pembelajaran-pembelajaran yang berkarakter. Harapannya, nanti tercipta pribadi-pribadi anak yang berkarakter sejak dini sebagai generasi penerus bangsa di masa depan. Cara tersebut salah satunya diwujudkan dengan mengajak siswa mengeksplor langsung apa yang telah dipelajari kepada objeknya di setiap akhir masing-masing tema.

JUARA: Mayoret dan gita pati beserta penari sekaligus pemain bendera PAUD Wifa saat lomba drumband yang meraih Juara Harapan 2. (Foto Nurpeni for Mata Madura)
JUARA: Mayoret dan gita pati beserta penari sekaligus pemain bendera PAUD Wifa saat lomba drumband yang meraih Juara Harapan 2.
(Foto Nurpeni for Mata Madura)

”Misalnya, siswa yang sedang belajar tema tentang pekerjaan, maka bisa langsung studi ke kantor polisi, sharing dengan guru, tukang becak atau tempat bengkel kendaraan bermotor. Sehingga, siswa tidak hanya tahu gambar dan cerita dari gurunya saja, tapi bisa melihat dan mengenalnya langsung di dunia nyata,” ungkap Nurpeni memberi contoh.

Bu Peni, begitu ia dipanggil anak didiknya, juga menyatakan PAUD Wifa banyak menjalin kerja sama dengan berbagai pihak ketiga sebagai mitra dalam proses belajar mengajar. Tidak hanya itu, PAUD Wifa juga mengadakan Kelas Inspirasi Orang Tua, berupa kegiatan sharing langsung dengan para orang tua siswa, dan Kelas Bina Keluarga Balita yang terselenggara hasil kerja sama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Secara umum, ciri khas PAUD yang berada di bawah naungan Yayasan Tim Penggerak PKK Bangkalan tersebut lebih banyak melakukan eksplor tentang dunia anak dan bermain. Sehingga peserta didik tidak merasa jenuh, namun tetap mendapatkan ilmu pengetahuan yang ditargetkan. Terbukti, banyak kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan bagi siswa. Seperti drumband, melukis, menggambar, dan menari sempoa.

”Bahkan untuk drumband peserta didik kami sudah mengukir prestasi, yaitu Juara Harapan 2 Gita Pati Terbaik dan Kostum Terbaik Tahun 2017 Tingkat 5 se-Kabupaten Bangkalan,” tutur Bu Peni, bangga terhadap anak didiknya.

| hasin/rafiqi

Tinggalkan Balasan