Peduli Bahasa Media Massa, BBJT Gelar Penyuluhan di Sumenep

PENYULUHAN: Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, memberikan sambutan sekaligus membuka acara bersama Kepala Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT), Drs. Amir Mahmud, M.Pd., dan Ketua STKIP PGRI Sumenep, Asmuni, Selasa (16/05) lalu. (Foto/Rafiqi Mata Madura)
PENYULUHAN: Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, memberikan sambutan sekaligus membuka acara bersama Kepala Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT), Drs. Amir Mahmud, M.Pd., dan Ketua STKIP PGRI Sumenep, Asmuni, Selasa (16/05) lalu. (Foto/Rafiqi Mata Madura)

MataMaduraNews.com SUMENEP – Minimnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh media massa di Sumenep, Madura, mendapat perhatian Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT).

Melalui kegiatan Penyuluhan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar bagi Pengelola Media Massa di Kabupaten Sumenep Tahun 2017, institusi di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa itu memberikan sejumlah materi kebahasaan sesusai dengan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI).

”Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pengguna bahasa Indonesia di Kabupaten Sumenep,” ujar Kepala Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT), Amir Mahmud, Selasa (16/05) lalu.

Ia menilai, media merupakan ujung tombak yang efektif guna memberikan pendidikan kebahasaan yang baik dan benar bagi penutur bahasa Indonesia di Sumenep. Karena itu, pihaknya mengundang pengelola media, dan sejumlah guru, dosen, dan berbagai elemen lainnya agar mendapat pengetahuan yang benar bagaimana bahasa Indonesia yang baik dan benar seharusnya digunakan.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari itu pun mendapat respon baik dari Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi. Saat sambutan sekaligus membuka acara di Graha Kemahasiswaan STKIP PGRI Sumenep, suami Nia Kurnia itu, menyinggung pentingnya penggunaan bahasa yang baik dan benar.

”Karena memang masih banyak media di Sumenep yang belum bisa menggunakan bahasa (Indonesia) yang baik dan benar,” kata Fauzi, sapaan akrab Wakil Bupati.

Ia berharap, para peserta, khususnya pengelola media, tidak bosan-bosan untuk belajar. Sehingga, para pembaca media di Sumenep ke depan bisa semakin tercerdaskan dalam menggunakan bahasa yang baik dan benar.

Reporter/Editor: Rafiqi

Tinggalkan Balasan