Menu

Peduli Kesejahteraan Guru, Kades Harno Bagi Seragam dan Bantuan

  Dibaca : 110 kali
Peduli Kesejahteraan Guru, Kades Harno Bagi Seragam dan Bantuan
Kepala Desa Batu Putih Daya, Kecamatan Batu Putih, Sumenep, Harno (kiri) menyerahkan bantuan seragam batik kepada sejumlah guru pendidikan formal di desanya. (Foto Rusydiyono/Mata Madura)
Link Banner

MataMaduraNews.comSUMENEP-Peduli kesejahteraan guru swasta, Kepala Desa Batu Putih Daya, Kecamatan Batu Putih, Sumenep, Harno memberikan seragam kepada sejumlah guru di lembaga pendidikan yang ada di desa tersebut.

Harno menjelaskan, untuk tahun 2018 ada 100 orang guru yang diberi seragam untuk dipakai mengajar. Pemberian tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Desa Desa Batu Putih Daya akan kualitas pendidikan. Salah satunya dengan cara meningkatkan kesejahteraan guru.

”Ini merupakan salah satu usaha kami di Pemerintah Desa Batu Putih Daya untuk mendorong kemajuan pendidikan yang ada di desa,” jelas Kades muda itu ketika menyerahkan seragam kepada para guru yang bertempat di Madrasah Al-Itqan desa setempat, Selasa, pekan kedua Januari lalu.

Dengan bantuan tersebut, Kades jebolan Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Guluk-Guluk itu berharap, agar para guru tambah semangat dalam mencerdaskan anak bangsa, khususnya di Desa Batu Putih Daya. Selain itu, diharapkan agar tercipta kebersamaan dan kekompakan antara sesama pahlawan ilmu pengetahuan.

Tentu saja itu terlaksana karena bagi Harno, pendidikan merupakan pondasi pertama yang harus dikawal dan diperhatikan. Sehingga, ke depan tumbuh generasi yang mumpuni dari segala aspek. Agar pada masa selanjutnya di Batu Putih Daya _yang merupakan desa di pegunungan, juga memiliki calon penerus yang siap bersaing dan tahan menghadapi segala macam persoalan.

”Intinya saya hanya menginginkan bagaimana pendidikan di desa kami ini maju dan berkualitas,” tegasnya, medio Januari lalu.

Selain memberikan seragam kepada sejumlah guru di lembaga pendidikan formal, Harno juga mengaku setiap sebulan sekali mengumpulkan seluruh guru ngaji yang ada di desa tersebut. Hal tersebut dengan maksud dan tujuan untuk merekatkan ukhuwah islamiyah dengan para tokoh dan guru ngaji. Sebab, bagaimanapun perjuangan guru ngaji merupakan yang pertama kali mengajari anak-anak mengenal huruf demi huruf.

”Para guru ngaji saya kumpulkan, pertama saya minta didoakan untuk kesejahteraan desa, kemudian meminta pendapat dan masukan darinya,” ujarnya.

Lebih dari itu, para guru ngaji dan segenap tokoh agama yang dikupulkan oleh Harno itu juga diberi bantuan. Meski sekadarnya, bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan biaya pendidikan yang diselenggarakan. Sebab, guru ngaji melakukan pengabdiannya tanpa melibatkan orang lain dalam hal pembiayaan, seperti bayar listrik dan air untuk langgar, surau dan atau masjid.

”Selanjutnya akan diupayakan agar kesejahteraan guru ngaji terus meningkat,” komitmennya pada Mata Madura.

Rusydiyono, Mata Madura | *

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
bprs-wtp-matamadura
opd-matamadura

Kategori Pilihan

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional