Penggusuran di Desa Sukolilo Barat? Begini Penjelasan BPWS

Suasana Dusun Sekar Bunguh Desa Sukolilo Barat, Kec. Labang. foto for Mata Madura
Suasana Dusun Sekar Bunguh Desa Sukolilo Barat, Kec. Labang.
foto for Mata Madura

MataMaduraNews.comBANGKALAN-Lebih satu bulan isu penggusuran di Dusun Sekar Bunguh Desa Sukolilo Barat Kecamatan Labang, Bangkalan santer terdengar. Kabar itu berkembang-entah dari mana asalnya, berawal dari rencana BPWS untuk mengembangkan wisata sisi Suramadu di lokasi tersebut.

Dari site plan  Badan Pengembangan Wilayah Surabaya (BPWS), Desa Sukolilo menjadi area yang akan dikembangkan sebagai pengembangan wisata. Site plan ini bersamaan dengan rencana pengembangan wisata Suramadu sisi Surabaya dan Madura.

Kabar rencana inilah yang menjadi isu liar. Warga Dusun Sekar Bunguh heboh gara-gara ada isu penggusuran rumah warga.

Ketua RW Dusun Sekar Bunguh, Suroso tidak bisa menjelaskan dari mana asal mula muncul isu yang meresahkan warga. Menurutnya, sejak tahun 2011 warga setempat mendengar rencana BPWS yang akan menjadikan Desa Sukolilo sebagai desa wisata.

Apakah anda setuju jika menjadi desa wisata? “Kami akan menolak jika pihak BPWS benar-benar akan mewujudkan isu tersebut. Ia bersama masyarakat lainnya tidak akan mau jika disuruh pindah kemanapun. Tak peduli meskipun rumah dan tanah dihargai lebih mahal dari harga standart. Kecuali kalau hanya ingin dikembangkan, silahkan,” ucapnya, kepada MataMaduraNews.com.

Humas BPWS, Kang Coey
Humas BPWS, Kang Coey

Humas BPWS, Faisal Yasir Arifin membantah keras tentang isu penggusuran yang akan dilakukan BPWS. Menurutnya, BPWS tidak berwenang untuk melakukan penggusuran terhadap siapapun. “BPWS itu tidak memiliki payung hukum untuk melakukan penggusuran,” ucap pria yang akrab dispapa Kang Coey ini.

Kang Coey menambahkan, Desa Sukolilo Barat masuk daerah pengembangan kawasan Surabaya Madura. Selama ini, menurut Faisal, BPWS selalu melakukan pendekatan persuasif kepada warga yang daerahnya masuk daerah pengembangan. “Bukan hanya di Sukolilo Barat saja mas. Selama ini kita selalu melakukan pendekatan persuasif. Bukan dengan cara memaksa,” tambahnya.

Jika terpaksa harus merelokasi warga, jelas Faisal, BPWS akan memebeli tanah dan rumah warga jauh di atas harga pasaran. Karena itu, ia tidak mau jika BPWS disebut melakukan penggusuran. “Misalkan kalau harga pasaran tanah dan rumahnya Rp 75 ribu/m2, BPWS akan membeli dengan harga Rp 375 ribu. Jadi bukan ganti rugi namanya, tapi ganti untung,” imbuhnya sambil tertawa, kepada MataMaduraNews.com yang dihubungi via telpon.

Bagaimana jika ada warga menolak untuk menjual rumahnya? Faisal menjawab akan membahas lebih lanjut dengan para pimpinan, ulama dan tokok masyarakat sekitar. “Selama ini kita juga sudah mulai melakukan pembahasan dengan para ulama, para blater dan tokoh masyarakat,” ucapnya.

Agus, Mata Bangkalan

One thought on “Penggusuran di Desa Sukolilo Barat? Begini Penjelasan BPWS

  1. Iya itu namanya juga intinya merelokasi warga, apapun bentuknya dalam bahasa warga sekitar tetaplah penggusuran, harus di garis bawahi yang warga inginkan adalah pengembangan desanya tanpa relokasi, hal ini didasari oleh warga yang menggantungkan hidupnya pada hasil laut,
    .
    Hal semacam yang diungkapkan bpws tentang pendekatan persuasif sangat dirasakan warga mulai dari
    -pemuka agamanya yang beralih menjadi makelar tanah,
    -kepala desa yang melakukan monopoli struktural organisasi yang ditengarai untuk mempermudah pengambilan keputusan sesuai kemauannya (tokoh masyarakat di struktural bukan pribumi asli desa sekarbungoh melainkan pendatang yang dekat dengan kepala desa)
    -Pengukuran pengukuran rumah warga tanpa sepengetahuan pemilik
    -Penyebaran isu isu yang membuat warga gaduh
    Masih banyak lainnya
    .
    Sekali lagi saya tugaskan warga desa sekarbungoh menolak untuk relokasi,

Tinggalkan Balasan