Penyakit Kusta Bisa Diobati. Berikut Tips Bagi Penderita Kusta

ilustrasi penderita kusta. sumber foto: guetau.com
ilustrasi penderita kusta.
sumber foto: guetau.com

MataMaduraNews.comJATIM-Lagi-lagi, Pulau Madura menjadi penyumbang terbesar penderita penyakit kusta di Jawa Timur. Karenanya, empat kabupaten, seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep, perlu mendapatkan penangan serius dari Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten.

Tak segan-segan, penderita kusta di Madura mengalami diskriminasi oleh orang di sekitarnya. Anggapan masyarakat, penyakit kusta menyerang seseorang akibat keturunan dan terkena sihir. Padahal sebenarnya orang terkena kusta tersebut akibat virus saja.

“Masyarakat salah kalau beranggapan bahwa kusta menyebar lewat sihir atau keturunan, tapi itu faktor virus saja,” tutur Sulistiyo Wibowo, Pengelola Program Kusta Dinas Kesehatan Jawa Timur, Jum’at, (20/01/2017)

Dia menegaskan, penularan kusta kepada orang lain membutuhkan waktu yang lama. Salah satunya melakukan kontak fisik bertahun-tahun dengan penderita, maka dalam kondisi ini orang terdekat mudah tertular. “Kalau hanya melakukan kontak fisik sementara, tidak akan tertular. Misalnya hanya bersalaman,” terangnya.

Menurut Pak Tiyo-panggilan akrabnya, penderita kusta jangan didiskriminasi. Sebab, penderita kusta bisa diobati. Ciri orang yang terkena kusta akan mengalami gejala bercak putih mirip panu dan mati rasa. Karena itu, ia sarankan jika ada orang yang mengalami demikian segera periksa ke puskesmas.

“Penderita kusta bisa disembuhkan. Jangan jauhi mereka! Segera periksa sejak dini jika sudah ada gejala. Tapi kalau dibiarkan, bisa mengalami cacat hingga kematian,” imbuhnya.

Dia menambahkan, Dinas Kesehatan Jawa Timur mempunyai program untuk menanggulangi bertambahnya penderita kusta. Yakni pencarian penderita secara aktif, melakukan penyuluhan dan sosialisasi.

Begitupun dikatakan Ibu Riska. Menurut Staf Humas Dinkes Pemprov Jatim ini, penyakit kusta memang penyakit menular. Tapi tidak gampang menular karena proses menularnya membutuhkan waktu bertahun-tahun. Sehingga masyarakat harus segera membuang stigma negatif dan jangan mendiskriminasi kepada penderita.

“Penyakit kusta itu, Mas, memang menular. Tapi tidak mudah menular. Proses menularnya perlu jangka panjang. Di Madura sampek (ada keluarga yang) tidak membukakan pintu. Padahal penderita sudah dinyatakan sembuh oleh dokter,” tuturnya kepada Mata Madura Biro Jatim.

Dia menyarankan, para penderita kusta di masyarakat segera bawa ke rumah sakit. Karena pemerintah sudah punya program mengobati penderita secara gratis. “Maka jangan malu-malu membawa keluarga anda sebelum itu fatal,” tegasnya.

Reporter: Samsul, Mata Madura Biro Jatim

Tinggalkan Balasan