Pilgub Jatim Diikuti Empat Paslon? Ini Figurnya

( Sumber: suarabojonegoro.com).
ilustrasi/google

MataMaduraNews.comSURABAYA-Pemilihan Gubernur Jawa Timur Tahun 2018 mendatang diprediksi tidak ada calon tunggal. Diperkirakan ada 3 sampai 4 pasangan calon (paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Jatim yang akan bertarung.
“Berdasarkan hasil survei berbagai lembaga survei, ada tiga nama bakal calon gubernur yang mendapatkan banyak dukungan masyarakat yaitu Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Khofifah Indar Parawansa (Mensos) dan Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya),” kata Direktur Utama Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W Oetomo, Senin (31/7/2017), seperti dikutip newsdetik.com.

Dosen Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini menilai, jika Pilgub Jatim diikuti tiga atau empat Paslon, maka koalisi partai pengusung juga terbagi tiga atau empat koalisi.

“Koalisi PKB dan PDIP kemungkinan besar mengusung Cagub Gus Ipul. Cawagubnya bisa Pak Kusnadi (Wakil Ketua DPRD Jatim), Budi ‘Kanang’ Sulistyono (Bupati Ngawi), atau Azwar Anas (Bupati Banyuwangi),” tuturnya.

Koalisi kedua yakni, Gerindra, Golkar, PKS dan NasDem, yang berpotensi mengusung cagub Khofifah. Sedangkan cawagubnya antara Anwar Sadad (Sekretaris DPD Gerindra Jatim), La Nyalla Mattalitti (Ketua Kadin Jatim) atau Hasan Aminuddin (anggota DPR RI dari NasDem, pernah 2 periode Bupati Probolinggo).

“Ketiga, koalisi Partai Demokrat dan PAN yang kemungkinan besar akan mengusung cagub Nurwiyatno dan cawagubnya antara Masfuk (Ketua DPW PAN Jatim) atau Suyoto (mantan Ketua DPW PAN Jatim) atau Anang (artis yang juga anggota DPR RI),” ujarnya.

Ia menambahkan, bisa saja akan muncul kejutan dengan hadirnya paslon keempat. Apabila ada dinamika koalisi yang saat ini tengah coba dibangun.

“Bisa saja tiba-tiba Risma (Wali kota Surabaya) maju. Atau ada tokoh lain yang maju dan tidak diprediksi. Bisa juga ada paslon perseorangan,” terangnya.

Menurutnya, peta kontestasi Pilgub Jatim semakin terang pasca-Khofifah menyatakan kesiapannya maju Pilgub Jatim setelah sekian lama melakukan cek sound ke berbagai daerah di Jawa Timur. Terlebih lagi Gerindra dan PKS memiliki pengalaman koalisi di Pilgub DKI Jakarta.

“Yang sulit itu tinggal penentuan calon wakil gubernur. Karena masing-masing partai politik koalisi ingin mendapatkan jatah wakil gubernur,” katanya.

Mochtar juga memprediksi PPP dan Hanura juga akan bergabung ke paslon yang memiliki peluang besar untuk memenangkan kontestasi Pilgub Jatim 2018.

“Bisa ke Gus Ipul atau ke Khofifah, karena mereka (PPP dan Hanura) sulit mendapatkan cawagub. Walaupun memiliki kader yang cukup mumpuni seperti Musyaffa Noer (Ketua DPW PPP Jatim) dan Kelana Aprilianto (Ketua DPD Hanura Jatim),” paparnya.

Mengenai keberanian koalisi Demokrat dan PAN mengusung paslon sendiri, menurutnya, Demokrat tak ingin kehilangan berbagai macam keuntungan politik, setelah dua periode Soekarwo memimpin Jatim.

Demokrat juga ingin meneguhkan positioning sebagai partai tengah yang selalu memunculkan calon alternatif di antara polarisasi tajam antara dua calon potensial, Gus Ipul dan Khofifah.

“Demokrat dan PAN berharap rivalitas Gus Ipul dan Khofifah akan melahirkan bola muntah bagi calon alternatif potensial yang diusungnya,” jelasnya.

sumber: news.detik.com

Redaksi

Tinggalkan Balasan