Menu

PKK Sumenep Blusukan ke Rumah Warga Miskin

  Dibaca : 243 kali
PKK Sumenep Blusukan ke Rumah Warga Miskin
Bunda Fitri dan Nia Kurnia saat di rumah Ennem di Dusun Gunung Pekol, Desa Jenangger, Kecamatan Batang-Batang. (Foto Rusydiyono/Mata Madura)
Link Banner

MataMaduraNews.comSUMENEP-Terik matahari yang begitu menyengat tidak membuat tekad Pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, untuk menemui dan membantu para warga kurang mampu di pelosok desa menjadi ciut.

Siang tadi, Jumat (08/06/2018), pengurus PKK Sumenep yang dipimpin langsung oleh Nurfitriana Busyro Karim selaku Ketua PKK blusukan ke sejumlah desa di Kecamatan Batang-Batang dan Dungkek.

Untuk di Batang-Batang, rombongan PKK mendatangi Ennem (45) warga Dusun Gunong Pekol, Desa Jenangger yang hidup dengan suaminya, Emmun (60) yang menderita sakit stroke dan anaknya, Andi Irawan (13). Kehidupan satu keluarga itu tergolong kurang mampu, sebab yang menjadi tulang punggung hanya Ennem yang hanya kerja serabutan.

“Semua ini kita lakukan untuk menyambung tali silaturahim dan berbagi kesenangan, sehingga mereka yang kurang mampu bisa merasakan kebahagiaan, apalagi jelang lebaran,” jelas isteri Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim itu.

Usai silaturahim dengan keluarga Emmun dan menyerahkan sejumlah bantuan berupa peralatan rumah tangga, mukena dan sarung serta satu paket sembako, rombongan PKK melanjutkan aksi sosialnya ke Dusun Panggung, Desa Banuaju Timur, Kecamatan Batang-Batang. Di sana, Bunda Fitri beserta rombongan menemui janda yang sudah lanjut usia bernama Hanifah (55).

Diketahui, kondisi kehidupan Hanifah memprihatinkan semenjak cerai dengan suaminya. Dia tinggal di gubuk yang jauh dari kata layak.

Itu pun, sekarang dia masih numpang kepada ponakannya. Karena dalam pernikahan dengan suami yang menceraikannya, Hanifah tidak dikaruniai keturunan. Sehingga jika tidak numpang, otomatis dia hidup sebatang kara.

KOMPAK: Rombongan PKK foto bersama warga di sela-sela kunjungannya. (Foto Rusydiyono/Mata Madura)

Melihat kondisi gubuk yang ditinggali Hanifah itu, Bunda Fitri mengimbau pengurus PKK yang ikut dalam rombongan agar berkoordinasi dengan dinas terkait. Supaya janda lanjut usia tersebut mendapat sentuhan program pemerintah berupa bedah rumah.

“Ini harus dibantu, sehingga bisa memiliki rumah yang layak untuk ditempati,” kata Bunda Fitri waktu itu.

Setelah selesai bincang-bincang dengan Hanifah, juga memberinya bingkisan dan beragam bantuan lainnya, blusukan diteruskan ke Desa Jadung, Kecamatan Dungkek. Di desa itu, Bunda Fitri menemui dua janda miskin, yaitu Ta’iba (45) dan Sa’iba (50), serta seorang duda bernama Suningram (60).

Sesampainya di lokasi, yang dilakukan rombongan PKK sama halnya dengan kunjungan di Desa Jenangger dan Banuaju Timur. Akan tetapi, suasana berbeda terlihat ketika kunjungan ke rumah Suningram.

Melihat duda tersebut terbaring lemas di gubuknya yang sudah lapuk, Bunda Fitri langsung meraih tangan Suningram dan menciumnya. Sehingga, keduanya terlihat layaknya anak dan orang tua yang saling mencurahkan kasih sayang dan pengabdian.

“Semoga kakek panjang umur dan diberi kesehatan ya,” doa Bunda Fitri sebelum akhirnya balik ke Rumah Dinas Bupati Sumenep.

Rusydiyono, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
Link Banner
Link Banner
Link Banner Link Banner

Kategori Pilihan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional