Presidium Sidang Dinilai Tidak Sehat, Peserta Konfercab PC IPNU Sampang Walk Out

MataMaduraNews.comSAMPANGTerpilihnya Basyri Hasin (Ibas), Senin (31/07), sebagai Ketua Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU ) Sampang 2017-2019 secara aklamasi, mengundang banyak sorotan. Pasalnya, presidium sidang dinilai tidak bijak dalam mengambil keputusan. Akibatnya, lebih dari separuh peserta Konferensi Cabang (Konfercab) melakukan aksi walk out.

Suasana Konfercab PC IPNU Sampang. (Foto: Kirom)
Suasana Konfercab PC IPNU Sampang. (Foto: Kirom, Mata Madura)

Kepada MataMaduraNews.com, Ismail selaku Ketua Panitia Konfercab yang berlangsung sejak tanggal 29-30 Juli 2017 ini mengatakan, kebijakan boleh memilih dan dipilih melalui rekomendasi  Majelis Wakil Cabang (MWC) tanpa menunggu SK, telah diputuskan dalam rapat pimpinan dan tata tertib. Hal itu disebutnya telah melalui konfirmasi dengan Pengurus Wilayah (PW). Namun kenyataan di lapangan bertolak belakang.

“Artinya, telah disepakati cukup melalui rekom MWC jika belum ada SK dari PC. Namun PW sendiri mementahkan konfirmasi tersebut ketika sidang dilanjutkan. Ini ‘kan sudah menyalahi tata tertib sidang,” ungkapnya, Senin (31/07).

Lebih lanjut, Ismail merasa Presidium tidak profesional. Ia bahkan mengaku curiga presidium sidang melakukan kolusi dalam hal ini. Sehingga pemilihan dilakukan secara aklamasi. “Kami sangat menyayangkan profesionalitas pimpinan sidang. Kalau seperti ini, akan banyak Majelis Wakil Cabang (MWC) yang kecewa menyikapi konfercab ini. Sebab jelas menciderai pengkaderan PC IPNU itu sendiri. Dan tentu saja memecah belah kesolidan IPNU dan IPPNU di Kabupaten Sampang,” imbunya.

Akibat keputusan itu sebagian besar peserta konfercab memilih melakukan aksi walk out. Mereka merasa telah dibohongi dan tidak dihargai. Sehingga puncaknya memilih keluar dari persidangan.

“Kami merasa sangat kecewa dan tidak habis pikir presidium sidang menjilat ludahnya sendiri. Kami merasa dibohongi dan tidak dihargai. Apa yang sudah disepakati bersama melalui rapat pimpinan (RAPIM) dan sidang pleno tata tertib persidangan dibatalkan secara sepihak,” kata Nur Iskandar, delegasi dari PAC IPNU Banyuates.

Kirom/Farhan, Mata Madura

Tinggalkan Balasan