Menu

Proyek Fisik Selalu Lelet, Anggota DPRD Pamekasan Ngaku Bingung

  Dibaca : 253 kali
Proyek Fisik Selalu Lelet,  Anggota DPRD Pamekasan Ngaku Bingung
Link Banner

Ismail-HosnanMataMaduraNews.comPAMEKASAN-Hingga minggu kedua bulan April 2017, tahapan pelaksanaan proyek fisik di Pamekasan masih belum ada kejelasan. Jika mengacu tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan proyek fisik itu biasa digelar pada bulan Agustus. Sehingga, pekerjaan proyek banyak yang menumpuk di akhir tahun. Tidak sedikit anggaran proyek yang gagal terserap akibat terbentur tutup anggaran.

Kebiasaan molor pelaksanaan proyek fisik di Pamekasan ini mendapat sorotan dari sejumlah anggota DPRD Pamekasan. Hosnan Ahmadi, anggota Fraksi PAN DPRD Pamekasan mengaku heran atas sikap SOPD yang selalu lelet meluncurkan proyek fisik.

“Seharusnya, awal bulan ini (April, red.) proyek fisik sudah dilaksanakan,” terangnya, kepada MataMaduraNews.com, Senin (10/4/2017).

Menurut politisi gaek ini, Perbup Harga Satuan Barang dan Jasa sudah terbit pertengahan Februari. Sejatinya, lanjutnya, tahapan menggelar proyek fisik di bulan April sudah siap diluncurkan.

Karena itu, Hosnan berencana memanggil kembali SOPD terkait untuk menjelaskan kenapa proyek fisik belum dilaksanakan.

Terpisah, Ketua komisi 1 DPRD Pamekasan, Ismail ikut menyesal atas sikap lelet Pemkab Pamekasan dalam menggelar proyek fisik.

Bahkan, Ismail menyebut tradisi molor pelaksanaan proyek fisik di Pamekasan berlangsung sejak dirinya menjadi anggota DPRD Pamekasan pada tahun 2014.

“Saya gak tahu kenapa tradisi itu masih berlangsung. Seharusnya perencanaan itu, paling telat 30 Desember sudah tuntas. Sehingga awal tahun bisa langsung digelar pelaksanaan proyek,” jelasnya, kepada MataMaduraNews.com.

Ismail menyebut tradisi molor pelaksanaan proyek di Pamekasan biasanya baru digelar pada bulan Agustus. Sehingga, katanya, pekerjaan menumpuk di akhir tahun.

“Seharusnya Pemkab bisa mencontoh kabupaten lain saat proyek fisik dilaksanakan,” sambung politisi muda NU ini.

Ismail membandingkan Kabupaten Bojonegoro dan Banyuwangi saat menggelar pelaksaan proyek. Dikatakan, dua kabupaten tersebut menggelar lelang proyek di awal tahun.

“Paling lambat bulan tiga dan empat, pelaksanaan proyek sudah dimulai. Hanya di Pamekasan, pelaksaan proyek fisik selalu lemot,” sesalnya.

Hasib, Mata Pamekasan

Link Banner
Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
Link Banner
Link Banner

Jejak Ulama

Kategori Pilihan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional