Menu

Ra Fuad Yang Dirindukan; Beri Ijazah Amalan Lewat Mimpi Sebelum Wafat (3)

Ra Fuad Yang Dirindukan; Beri Ijazah Amalan Lewat Mimpi Sebelum Wafat (3)
Jenazah Ra Fuad saat tiba di Masjid Martajesah sebelum disemayamkan. (matamadura.syaiful)
Link Banner

matamaduranews.comBANGKALAN-RKH Fuad Amin Imron sebelum almarhum. Banyak kiai dan ustadz di Bangkalan dan Sumenep yang mengaku didatangi Ra Fuad lewat mimpi. Kejadian yang dialami para kiai dan ustadz itu, sekitar dua minggu sebelum wafat.

Kesaksian itu, disampaikan KH. Abdul Adzim Kholili saat sambutan usai menshalati jenazah Ra Fuad di Masjid Martajesah, sebelum disemayamkan.

Kiai Adzim bercerita, temannya yang biasa mengkhatamkan al-qur’an setiap seminggu sekali, didatangi Ra Fuad dalam mimpi. Ra Fuad meluruskan bacaan al-quran dari awal (bismillah) hingga surat an-nas.

Berikut pidato, KH Abdul Adzim Kholili:

Kaulau gun nyakseaghi jha’ Kiai Fuad neka termasuk oreng sholeh. Settong kanca istiqomah ngatamagi al-quran sabben pettong are. Pas dalail sabben 10 are. Kanca kakdinto ka compok. Mas kaule malemma amempe, bacaan al-Qur’an kaule sampe khatam, benyak e selaagi sareng Kiai Fuad. Mulai bismillah sampe Annas, e pateppa’ sareng Kiai Fuad. Dari kakdinto kaule, nyakseaghi bahwa Kiai Fuad neka oreng sholeh (Saya menyaksikan bahwa Kiai Fuad orang sholeh. Teman saya yang istiqomah menghatamkan al-quran setiap semiggu dan menghatamkan dalail setiap sepuluh hari bercerita kalau dirinya didatangi Kiai Fuad dalam mimpi. Dalam mimpinya, Kiai Fuad banyak menyalahkan cara bacaan al-qur’an mulai dari bismillah sampai surat Annas),” terang KH Abdul Adzim Kholili yang disampaikan di depan ribuan petakziah.

Saat dikonfirmasi Mata Madura, Rabu (18/9/2019), Majelis Pondok Pesantren al-Falah, Kepang, Bangkalan, Madura, ini membenarkan cerita temannya yang disampaikan di depan jenazah Ra Fuad.

Bahkan dirinya juga mengaku didatangi Ra Fuad dalam mimpi sebelum wafat. “Saya diberi amalan oleh Kiai Fuad. Jika ingin tekka hajat agar membaca alfatiha 35 kali,” terangnya via whatsApp kepada Mata Madura.

Cerita serupa juga disampaikan, Imam Qusyairie asal Guluk-Guluk, Sumenep. Alumni Pondok Pesantren Salaf Al-Itqan Nyabakan Barat, Batang-Batang Sumenep ini, bercerita ke Kiai Adzim.

“Sekitar dua minggu sebelum Kiai Fuad wafat. Ada orang dari Sumenep telpon. Namanya, Imam Qusyairie Guluk-Guluk. Dia juga didatangi Kiai Fuad lewat mimpi,” tulis Kiai Adzim.

Sayang, Kiai Adzim tak menjelaskan pembicaraan Ra Fuad dengan Kiai Qusyairie Guluk-Guluk lewat mimpinya. Kiai Adzim menyarankan agar bertanya langsung ke Kiai Qusyairie.

Sebagaimana diketahui, jenazah almarhum hendak dikebumikan di kampung Martajesah, ribuan peziarah berebut untuk pegang keranda. Sepanjang jalan dari rumah almarhum ke tempat penguburan, berjejer petakziah.

Usai dishalati di Masjid Agung Bangkalan menuju Pasarean Martajesah sejauh 4 kilometer, banyak warga yang membagi-bagikan air mineral untuk diminum para pelayat yang berjalan kaki.

Pemandangan warga membagikan air tampak sejak jalan HOS Cokroaminoto hingga ke Desa Martajesah.

Meski jarak ke tempat pasarean sekitar 4 Km, sepanjang jalan disesaki warga. Mereka saling berebut untuk pegang keranda jenazah hingga jelang di shalatkan di Masjid Syechona Kholil sebelum dikubumikan.

Sampai di Martajesah, jenazah Ra Fuad dishalati lagi.  Setelah itu, banyak kiai yang memberi kesaksian tentang keperibadian Ra Fuad. Salah satunya, KH. Abdul Adzim Kholili yang disampaikan dalam sambutan.

Bersambung….

Syaiful, Mata Madura

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Lowongan

DISWAY

Kerapan Sapi

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional