Satgas DD ke Desa Montorna Sumenep, Ini Pesannya

BURU DD: Tim Satgas DD dan Tim Kabupaten saat dijamu oleh Kades Montorna usai cek data dan realisasi DD, Kamis (10/08). (Foto Noerhadi for Mata Madura)
BURU DD: Tim Satgas DD dan Tim Kabupaten saat dijamu oleh Kades Montorna usai cek data dan realisasi DD, Kamis (10/08). (Foto Noerhadi for Mata Madura)

MataMaduraNews.comSUMENEP – Kepala Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, tak khawatir dengan kedatangan Tim Satuan Tugas Dana Desa (Satgas DD) terkait dana desa (DD) dan pelaksanannya, Kamis (10/08/2017). Desa itu, hanya mendapat pesan, meski selama ini kerap tak sedap diberitakan.

Noerhadi, selaku Kades Montorna mengatakan, sudah menunjukkan data DD dari tahun 2015 hingga tahun ini kepada tim Satgas yang mengunjungi desanya tadi pagi. Bahkan, pihaknya juga langsung mengajak tim ke sejumlah lokasi realiasasi banjir duit tersebut sebagai bukti.

“Saya sudah tunjukan data dari tahun 2015 sampai tahun ini dan langsung saya ajak ke lokasi pembangunan saluran air dan pagar balai desa kami,” ujarnya saat ditemui MataMaduraNews.com, Kamis (10/08) siang.

Hingga kini, pelaksanan DD di Montorna sudah berjalan sekitar 70%. Di antaranya, berupa pembangunan jalan di setiap dusun, penampungan air, balai desa, pagar balai dan juga parit (dalam proses). Hal tersebut, kata Noerhadi, menjadi program desa yang digenjot sedari tahun 2015.

Dalam kunjungan tadi pagi, ia mengaku hanya mendapat dua pesan dari Satgas DD. Yakni soal prioritas pengadaan air dan gudang pengeringan tembakau. Sebab, menurut tim Satgas, tembakau Desa Montorna sangat prospek guna mengangkat perekonomian masyarakat.

“Harapan kami selaku pemerintah desa, dengan datangnya Satgas bisa mengetahui kenyataan pembangunan infrastruktur desa. Karena dari kemarin Montorna diberitakan tidak baik oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab,” harapnya.

Kades Montorna, Noerhadi. (Foto Mizan for Mata Madura)
Kades Montorna, Noerhadi.
(Foto Mizan for Mata Madura)

Harapan itu Noerhadi ungkapkan, karena nyatanya tidak terbukti adanya penyelewengan dana desa hingga saat ini. Bahkan, Satgas dikatakannya mengajukan jempol ketika melihat data dan lokasi pembangunan.

“Memang saya mengerjakan proyek pembangunan desa, kadang keluar dari kantong sendiri,” tambah Noer, panggilanya.

Badruddin, Sekertaris Desa (Sekdes) Montorna membenarkan, ada sebanyak 12 orang, 4 orang Satgas dan 8 tim Kabupaten, mendatangi desanya. Selain melihat data, mereka dikatakan mengecek lokasi pembangunan pagar desa dan aspal yang sudah dilaksanakan. “Saya sudah sediakan data dari tahun 2015, 2016 dan tahun ini. Alhamdulillah ketika dicek tidak ada kejanggalan,” tuturnya kepada MataMaduraNews.com.

Seperti halnya Noerhadi, Badruddin malah menyatakan syukur karena Satgas datang ke Montorna. Bukannya khawatir, ia malah berharap desanya mendapat tambahan dana desa.

“Karena DD tidak cukup membangun kebutuhan desa,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Tim MataMaduraNews.com belum berhasil mendapat konfirmasi dari tim Satgas DD. Dikejar hingga ke kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sumenep, ternyata tim malah sudah menggelar rapat bersama pihak Pemkab di Aula Arya Wiraraja Setdakab Sumenep.

“Keburu pergi,” kata Rusydiyono, salah satu tim MataMaduraNews.com.

Sebelumnya, rapat dikabarkan akan digelar pukul 13.00 siang di kantor DPMD bersama Camat dan Pendamping Desa. Namun kabar susulan menyebutkan, rapat ditunda pukul 14.00 dan berlangsung sebentar tak seperti direncanakan Pemkab.

“Keluar ruangan langsung buru-buru naik mobil. Bahkan, banyak kepala OPD yang baru datang ketinggalan rapat,” ungkap Yono, panggilannya.

Reporter: Mizan | Editor: Rafiqi, Mata Madura

Tinggalkan Balasan