Menu

Sejumlah Siswa SMPN 1 Dungkek Sumenep Kesurupan, Begini Penjelasan Ahli Spiritual

  Dibaca : 367 kali
Sejumlah Siswa SMPN 1 Dungkek Sumenep Kesurupan, Begini Penjelasan Ahli Spiritual
Ahli spiritual sedang mengobati salah satu korban kerasukan di SMPN 1 Dungkek, Sumenep. (Foto Istimewa/Mata Madura)
Link Banner

MataMaduraNews.comSUMENEP-Peristiwa mengejutkan terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Dungkek, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (21/03/2018).

Sekira pukul 09.00 WIB, sejumlah siswi sekolah tersebut, mengalami kesurupan di saat jama pelajaran berlangsung.

”Saya tak terkendali dan langsung berteriak bahkan hendak mengamuk hingga ditolong oleh siswi yang lain. Cerita teman-teman sih begitu, Mas,” kata Siti Wulandari, ketika ditemu setelah sadar di Puskesmas setempat.

Salah satu korban kesurupan itu mengaku tiba-tiba merasakan sakit kepala yang sangat luar biasa sesaat sebelum kesurupan dan tak sadarkan diri. Itulah yang membuatnya berteriak histeris dan mengagetkan siswa lain yang kemudian menolongnya.

”Saat pelajaran berlangsung, tiba-tiba kepala saya merasa berat dan pening hingga tak sadarkan diri. Baru terasa saat saya ada di Puskesmas ini,” tuturnya.

Kerasukan itu kemudian menyebar pada bebarapa teman sekelas Siti. Hal ini sebagaimana penuturan Yayan, kakak Siti yang mendapat penjelasan dari teman sekelas adiknya.

”Katanya memang terjadi secara mendadak. Saya juga kaget saat mengetahui kalau adik saya mengalami kerasukan,” ungkapnya.

Sedangkan menurut Ustadz Hasan, kerasukan itu terjadi akibat tempat yang dijadikan areal bermain makhluk halus di sekitar halaman sekolah diganggu sejumlah siswa.

”Mereka merasa terganggu juga kalau di usik, sama dengan kita, maka itu banyak yang kerasukan,” ujarnya.

Ahli spiritual yang mengobati salah satu korban itu pun menyarankan pihak sekolah harus mengadakan istighasah setelah kejadian tersebut. Tujuannya, tak lain untuk memohon perlindungan Tuhan atas gangguan makhluk halus.

Pasca kejadian, pihak sekolah langsung memulangkan seluruh siswa guna menghindari bertambahnya korban. Sebab, kata Yanto-salah satu guru di SMPN 1 Dungkek, kerasukan itu dikhawatirkan merembet ke kelas lain.

”Kami terpaksa memulangkan, tidak ada alternatif lain. Langkah itu kami ambil karena kepala sekolah saat ini ada acara dinas,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, dua siswi korban kerasukan massal dibawa ke Puskesmas setempat. Sedangkan beberapa korban lainnya ada yang langsung dibawa pulang.

Rafiqi, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
Link Banner
Link Banner Link Banner

Jejak Ulama

Kategori Pilihan

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional