Menu

Setelah Dua Pekan, Keluarga Penganiaya Guru Budi Minta Maaf ke Rumah Duka

  Dibaca : 481 kali
Setelah Dua Pekan, Keluarga Penganiaya Guru Budi Minta Maaf ke Rumah Duka
Yahya, orang tua pelaku saat menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban di rumah duka. (Foto Istimewa/SJP)
Link Banner

MataMaduraNews.comSAMPANG-Yahya, orang tua HL, siswa penganiaya Ahmad Budi Cahyanto, guru SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura, Jawa Timur akhirnya meminta maaf secara langsung pada Sabtu (17/2/2018) lalu.

Permintaan maaf itu dilakukan keluarga HL tersebut saat mengunjungi rumah korban di Dusun Pliyang, Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang.

Kasus penganiayaan yang dilakukan siswa SMAN 1 Torjun hingga menewaskan guru honorer itu memang menjadi duka bersama semua pihak. Tak terkecuali membuat keluarga pelaku juga turut terguncang. Sehingga, berusaha menyampaikan permintaan maaf langsung kepada keluarga korban.

“Sudah lama kami berniat berkunjung ke rumah Pak Budi, kami ingin minta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga atas tindakan anak saya,” kata Yahya, orang tua pelaku, dengan sangat sedih.

BACA JUGA: Baru Sempat Kunjungi Guru Budi, Mendikbud Disambut Tuntutan dari Pengunjuk Rasa

Yahya menyatakan, dirinya tidak menyangka kalau HL bisa melakukan perbuatan biadab yang menimpa guru Budi. Bahkan, ia sekeluarga juga sangat terguncang setelah mendapat kabar bahwa guru seni rupa di SMAN 1 Torjun itu meninggal akibat ulah putranya.

“Sekali lagi, kepada keluarga korban saya dan keluarga minta maaf. Ini kejadian yang tidak kami sangka,” ungkapnya, dikutip dari suarajatimpost.com, Sabtu (17/02/2018).

Menanggapi permintaan maaf dari keluarga pelaku, orang tua guru Budi, Satuman, mengatakan pihaknya menghargai iktikad baik tersebut. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Terima kasih atas niat baiknya. Mudah-mudahan ini tidak jadi berkelanjutan, tidak ada lagi kriminal yang dilakukan. Mudah-mudahan HL diberi jalan yang benar,” katanya.

BACA JUGA: Kabar Duka: Ibunda Pemred Mata Madura Berpulang ke Rahmatullah

Satuman mengaku, ia dan keluarganya pasrah dan menerima permintaan maaf keluarga pelaku. Bahkan, ia tak ingin tali silaturahmi antar keluarga terputus karena kejadian tersebut.

“Kita serahkan kepada pihak hukum dan kami tegaskan jangan merubah keadaan. Kalau memang merah katakan merah, biar hukum berjalan dengan sebenarnya,” pungkasnya.

Sedikit flashback, penganiayaan yang dilakukan HL terhadap gurunya sendiri, Ahmad Budi Cahyanto, terjadi pada Kamis (1/2/2018) lalu. Akibat peristiwa tersebut, guru Budi tewas setelah sebelumnya sempat dilarikan ke RS dr Sutomo Surabaya.

Sementara, HL langsung diamankan oleh petugas di Mapolres Sampang hingga akhirnya ditahan di Rutan Kelas II B setempat. Sebagaimana dilansir JawaPos.com pekan lalu, proses hukum bagi pelaku penganiayaan guru Budi itu kini sedang berlangsung.

Kirom, Mata Madura

Link Banner
Bagikan di sini!
KOMENTAR

1 Komentar

Link Banner
Link Banner

Jejak Ulama

Kategori Pilihan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional