SMPI Nurul Islam Sampang Prioritaskan Pendidikan Moral

SMPI Nurul Islam, Pangongsean, Torjun, Sampang. (Foto Rizki Putri Hapsari for Mata Madura)
SMPI Nurul Islam, Pangongsean, Torjun, Sampang. (Foto Rizki Putri Hapsari for Mata Madura)

MataMaduraNews.comSAMPANG – Pada bulan Rabi’ul Awal lebih dari 14 abad yang lalu, Allah telah menurunkan seorang hamba Istimewa-Nya ke dunia. Dia adalah Muhammad Rasulullah SAW yang mengemban misi penting untuk membentuk akhlak umat manusia menjadi mulia dan sempurna sebagaimana yang Allah kehendaki.

Melanjutkan misi nabi tersebut, terwujudnya siswa yang berakhlak mulia dan unggul dalam prestasi adalah visi SMPI Nurul Islam yang berada di Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang. Tentu dengan misi tersebut, tantangan yang dihadapi SMPI yang dipimpin Rizki Putri Hapsari bukanlah perkara mudah. Manusia bukan lagi dalam kehidupan tradisional maupun industri, melainkan sudah hidup dalam alam digital dan derasnya komunikasi dan informasi. Perkembangan zaman inilah yang terkadang rawan bagi anak remaja yang tengah asyik dengan dunia pembelajaran. Perampasan waktu belajar anak bangsa harus diselamatkan dengan mengedepankan akidah dan akhlak sebagai pedoman berkehidupan.

Dalam kondisi demikian, tidak salah lagi sekolah menengah pertama merupakan tembok pembendung terdepan untuk aktivitas-aktivitas yang akan mengubah akhlak dan kepribadian remaja. Rizki Putri Hapsari mengatakan, pihaknya mengedepankan akhlak dibandingkan prestasi yang bersifat keilmuan karena akhlak kepada Allah (hablum minallah) dan akhlak kepada manusia (hablum minannas) adalah nilai tertinggi dan termulia dari sebuah pembelajaran. ”Setinggi dan secerdas apapun seseorang jika rapuh dalam berkepribadian dan akhlaknya, maka sungguh pun tidak ada apa-apanya kehidupan di dunia dan akhirat,” ucapnya Jum’at, 09 Juni lalu.

Membiasakan beribadah dengan menguatkan akidah melalui kebiasaan salat duha sebelum masuk kelas, membaca ayat suci Alquran sebelum memulai pelajaran, kemudian ditutup dengan pembacaan Asmaul Husna bersama-sama saat pulang serentak adalah salah satu pemantapan siswa secara spiritual yang dilakukan SMPI Nurul Islam. Sehingga, anak didik mendapatkan keimanan hakiki dan ilmu yang bermanfaat karena menanamkan keimanan dan ketakwaan melalui pengamalan ajaran agama merupakan bagian dari pada misi SMPI tersebut.

Soal akhlak, nampaknya memang kental di SMPI Nurul Islam Pangongsean. Salah satu guru bernama Ach Fauzi, misalnya, memberikan wejangan agar ajaran agama dijadikan sebagai patokan kehidupan dasar. Hal itu, kata guru tersebut, bertujuan agar terbentuk kepribadian yang mulia dalam akhlak dan profesional dalam ilmu.

Begitupun disampaikan Kepala SMPI tersebut. Rizki Putri Hapsari berpesan kepada anak didiknya untuk menjadi pribadi seperti halnya padi yang semakin berisi semakin menunduk. Artinya, tetap rendah hati dan sopan dalam setiap langkah dengan kapasitas keilmuan yang semakin tinggi.

”Seraplah sifat-sifat pelajar, yaitu selalu menjadi wadah yang kosong sehingga mampu menampung semua pesan-pesan dari semua kalangan, terutama pesan dan siraman pengetahuan dari seorang guru. Jadikanlah ilmu sebagai dasar ber-taqorrub ilallah dan fastabiqul khoirot, bukan menjadikan takabur,” tegasnya di akhir wawancara.

| kirom/rafiqi

Tinggalkan Balasan